Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Barito Selatan percepat pemerataan pembangunan di perdesaan

Selasa, 22 September 2026 15:26 WIB
Image Print
Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha saat diwawancarai di Buntok, Senin (21/9). ANTARA/HO.

Buntok (ANTARA) - Wakil Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Khristianto Yudha menegaskan pemerintah kabupaten telah komitmen untuk terus mempercepat pemerataan pembangunan dengan membuka keterisolasian perdesaan di wilayah setempat.

Langkah konkret mewujudkan hal itu melalui pengajuan usulan pembangunan sejumlah jembatan gantung serta program perbaikan kualitas hunian masyarakat ke pemerintah pusat, kata Khristianto di Buntok, Selasa.

"Kabar baiknya, usulan itu sudah mendapat persetujuan pusat dan dijadwalkan mulai terealisasi pada tahun anggaran 2027," tambah dia.

Dia pun mengakui usulan infrastruktur tersebut dikawal langsung oleh pimpinan daerah ke tingkat pusat, dan beberapa waktu lalu Bupati bersama Sekda menyampaikan langsung usulan tersebut.

"Usulan itu diterima. Ada beberapa lokasi jembatan gantung yang rencananya akan dibangun tahun depan," ucap Khristianto.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Barito Selatan mengusulkan skema Pembangunan Jembatan Garuda. Program strategis ini mengedepankan kolaborasi lintas instansi, di mana pengerjaan konstruksi utama jembatan akan ditangani langsung oleh Mabes TNI AD, sementara pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur penunjangnya.

"Jadi nanti yang membangunnya pihak Mabes TNI AD, kita mendukung untuk pembangunan pondasinya," ujar Khristianto sembari menjelaskan pembagian peran dalam proyek interkoneksi antardesa tersebut.

Jembatan gantung tersebut rencananya akan dibangun untuk menghubungkan beberapa desa yang saat ini masih harus menggunakan sarana penyeberangan sungai, seperti di Desa Bintang Ara, jembatan gantung Surapanji di Desa Sampudau, Majundre, dan Muara Talang.

Baca juga: Hari Jadi ke-67 Barito Selatan, Gubernur Kalteng pacu sinergi optimalkan pembangunan

Selain fokus pada penguatan konektivitas darat, Pemkab Barito Selatan juga mengamankan alokasi bantuan sosial sektor perumahan. Pada tahun 2027, wilayah setempat dipastikan kembali menerima bantuan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Tahun depan kita akan kembali mendapatkan bantuan program bedah rumah, rencananya sebanyak 2.500 unit," tutur Khristianto.

Melalui sinergi pembangunan jembatan gantung dan penyediaan hunian layak ini, perekonomian warga desa di Barito Selatan diharapkan dapat bergerak lebih cepat seiring makin mudahnya mobilitas barang maupun jasa.

Baca juga: Ketua DPRD Barsel dukung polisi usut tuntas karhutla libatkan korporasi

Baca juga: Pemkab Barsel perpanjang status tanggap darurat karhutla 30 hari kedepan

Baca juga: KUA-PPAS perubahan 2026 Barsel ditetapkan sebesar Rp1,188 triliun



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026