
Karhutla di Kobar sudah mencapai 2.418 hektare

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah terus meluas, bahkan saat ini sudah mencapai 2.418, 10 hektare lahan yang terbakar.
"Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak 12.108 hotspot (titik panas). Untuk titik api terbanyak itu terjadi di Kecamatan Arut Selatan dan Kumai," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Samuel di Pangkalan Bun, Selasa.
Dia menyebut, saat ini lokasi karhutla yang menjadi fokus dilakukan pemadaman berada di wilayah ruas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama yang semakin meluas.
"Kebakaran di lokasi tersebut sebelumnya terjadi di kilometer 14, namun kini meluas hingga KM 27, serta penanganan juga kita lakukan di Desa Tanjung Terantang," ujarnya.
Semakin meluas dan terus bertambahnya luasan dan titik api karhutla di Kabupaten Kobar, kini juga menyebabkan kabut asap semakin banyak. Kondisi itu juga berdampak pada aktivitas transportasi udara atau penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, membenarkan adanya gangguan berupa keterlambatan keberangkatan pada beberapa penerbangan akibat kondisi asap.
Salah satunya pesawat Batik Air, yang terpaksa kembali ke bandara asal di Jakarta. Hal itu terjadi akibat kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Iskandar tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan.
"Kondisi jarak pandang atau visibility di Bandara Iskandar berada di bawah 2.000 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan operasional penerbangan," jelasnya.
Selain itu, pada Senin (28/9) Sore, sebanyak tiga penerbangan Batik Air dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun di batalkan.
Adapun tiga penerbangan tersebut adalah ID 6203 rute Pangkalan Bun-Jakarta, ID 6134 rute Pangkalan Bun-Surabaya, dan ID 6303 rute Pangkalan Bun-Semarang. Pembatalan tersebut karena kondisi asap di sekitar bandara belum membaik sejak pagi hari.
Asri mengungkapkan, gangguan tersebut memperlihatkan bahwa dampak dari kejadian karhutla tidak hanya dirasakan warga yang beraktivitas di darat.
"Karena ketika kabut asap menurunkan jarak pandang, sektor transportasi udara juga ikut terdampak, saya berharap karhutla segera berakhir, sehingga aktivitas penerbangan di bandara kita kembali berjalan lancar dan terkendali," demikian Asri Alie.
Baca juga: Wabup tekankan kebersamaan wujudkan tata kelola pemerintahan optimal di Kobar
Baca juga: Pemkab Kobar tingkatkan kewaspadaan penyakit jelang peralihan musim
Baca juga: PELNI pastikan pelayaran dari Kobar tetap berjalan sekalipun kabut asap
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
