Logo Header Antaranews Kalteng

Hargatiga jenis cabai di Pasar Indrasari Kobar alami kenaikan

Rabu, 30 September 2026 17:13 WIB
Image Print
Salah seorang pedagang yang menjual berbagai komoditas cabai dan lainnya di Pasar Tradisional Indrasari Pangkalan Bun, Rabu (30/9/2026) ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mencatat tiga jenis cabai di Pasar Indrasari Pangkalan Bun, mengalami kenaikan harga pada pekan keempat September 2026.

Sekretaris Disperindagkop UKM Kobar Muhammad Suhendra di Pangkalan Bun, Rabu, mengatakan tiga komoditas tersebut adalah cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.

"Tiga komoditas itu memang mengalami kenaikan harga jika dibandingkan dengan rata-rata harga pekan lalu," ucapnya.

Dia pun membeberkan harga cabai merah besar sebelumnya Rp60.000 per kilogram, naik menjadi Rp70.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik dari Rp52.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik dari Rp96.000 menjadi Rp100.000 per kilogram.

Dengan perubahan tersebut, harga cabai merah besar naik 16,67 persen, cabai merah keriting 53,85 persen, dan cabai rawit merah 4,17 persen dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya.

Menurut Suhendra, kenaikan harga diperkirakan dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang sehingga berdampak terhadap produksi tanaman cabai, baik dari daerah setempat maupun sentra produksi di Pulau Jawa.

"Musim kemarau tahun ini cukup panjang sehingga tanaman mengering, baik tanaman lokal maupun dari sentra produksi di Pulau Jawa. Akibatnya, pasokan berkurang," ujarnya.

Baca juga: Kejari Kobar tahan tersangka korupsi pabrik tepung ikan

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, antara lain bawang merah, bawang putih, dan daging ayam broiler. Harga bawang merah dan bawang putih turun dari Rp39.000 menjadi Rp35.000 per kilogram atau sebesar 10,26 persen. Sementara itu, harga daging ayam broiler turun dari Rp41.600 menjadi Rp38.400 per kilogram atau sebesar 7,69 persen.

Suhendra mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas di pasar setiap hari sebagai langkah mengantisipasi potensi gejolak harga.

"Hal tersebut sebagai upaya kita dalam mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran," demikian Suhendra.

Baca juga: Karhutla di Kobar sudah mencapai 2.418 hektare

Baca juga: Wabup tekankan kebersamaan wujudkan tata kelola pemerintahan optimal di Kobar

Baca juga: Pemkab Kobar tingkatkan kewaspadaan penyakit jelang peralihan musim



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026