
3.434 hektare lahan terbakar di Kapuas hingga September 2026

Kuala Kapuas (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mencatat sebanyak 3.434,12 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga September 2026.
“Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar mencapai 1.903,15 hektare, disusul Kecamatan Dadahup 309,9 hektare, Kapuas Timur 196,5 hektare, dan Kapuas Murung 146,3 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan di Kuala Kapuas, Kamis.
Selanjutnya, luasan lahan terbakar tercatat di Kecamatan Kapuas Barat 91,35 hektare, Basarang 85,6 hektare, Selat 78,4 hektare, Kapuas Hilir 77,07 hektare, Timpah 65,95 hektare, dan Kapuas Tengah 28,5 hektare.
Kemudian, Kecamatan Bataguh tercatat 15,2 hektare, Pulau Petak 11,3 hektare, Pasak Talawang 10 hektare, Mandau Talawang 6,5 hektare, serta Kapuas Hulu dua hektare.
Sementara itu, Kecamatan Kapuas Kuala dan Tamban Catur tercatat belum terdapat luasan lahan yang terbakar berdasarkan data Satgas Posko Induk hingga September 2026.
Pangeran menjelaskan, selain luasan lahan terbakar, jumlah kejadian karhutla juga cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 352 kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.
Sementara itu jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau mencapai 30.200 titik sepanjang periode tersebut.
“Untuk September ini, ada peningkatan titik panas yang semula pada bulan lalu 14.789 menjadi 14.816 hotspot,” jelasnya.
Menurutnya, Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak pada September, yakni mencapai 7.589 titik. Selanjutnya Kecamatan Timpah sebanyak 2.331 titik dan Dadahup sebanyak 566 titik panas.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengantisipasi dampak kekeringan dan asap terhadap masyarakat.
Baca juga: Kemenkum Kalteng harmonisasi lima rancangan produk hukum
Baca juga: Hujan kembali guyur sejumlah wilayah di Kapuas
Baca juga: Sepanjang September, Polres Kapuas tangkap 13 pelaku kejahatan
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
