Logo Header Antaranews Kalteng

Bandara Tjilik Riwut pastikan operasional penerbangan berjalan sesuai kondisi aktual

Kamis, 1 Oktober 2026 13:26 WIB
Image Print
Sebuah pesawat komersial parkir di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, (24/9/2026). ANTARA/Auliya Rahman

Palangka Raya (ANTARA) - Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi visibility atau jarak pandang dan batas minimum operasional penerbangan," kata Humas Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Tjilik Riwut Andi Wiguna dihubungi di Palangka Raya, Kamis.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi visibility secara berkala dan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, ground handling, serta seluruh stakeholder terkait.

Keputusan terkait keberangkatan, kedatangan, keterlambatan, maupun pembatalan penerbangan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Baca juga: Gubernur Kalteng minta RT-RW aktif data warga belum tersentuh bantuan

Adapun kondisi penerbangan pada Rabu (30/9) kemarin, kondisi kabut asap berdampak terhadap jarak pandang di wilayah Bandar Udara Tjilik Riwut.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi visibility mengalami penurunan sejak pagi hari dan mencapai jarak pandang terendah 300 meter, tercatat beberapa kali pada periode 10.00–12.00 WIB. Kondisi tersebut berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan operasional penerbangan tertentu.

Seiring dengan perkembangan kondisi cuaca, jarak pandang kemudian berangsur membaik, yaitu mencapai 1.000 meter pada pukul 14.00 WIB, 1.500 meter pada pukul 15.00 WIB, dan terus meningkat hingga 6.000 meter pada pukul 19.00 WIB.

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut aktivitas penerbangan Garuda Indonesia GA 550 rute Jakarta-Palangka Raya mengalami pembatalan karena kondisi visibility di berada di bawah batas minimum.

Baca juga: Pemprov Kalteng penuhi 3,8 juta liter air bersih untuk warga saat kemarau

Lion Air JT 680 rute Surabaya-Palangka Raya mengalami keterlambatan dan baru tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut pada 16.38 WIB, dari jadwal kedatangan 14.45 WIB, karena menunggu kondisi visibility memenuhi batas minimum operasional.

Batik Air ID 6200 rute Jakarta-Palangka Raya penerbangan mengalami keterlambatan karena menunggu kondisi visibility di Bandar Udara Tjilik Riwut memenuhi batas minimum operasional.

Dampak keterlambatan pada penerbangan kedatangan tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap penerbangan lanjutan, yaitu Lion Air JT 681 rute Palangka Raya-Surabaya dan Batik Air ID 6201 rute Palangka Raya-Jakarta yang mengalami penyesuaian waktu keberangkatan.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan dan mengatur waktu kedatangan di bandara dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal akibat kondisi.

Baca juga: Gubernur salurkan bantuan pangan karhutla dan KHBS untuk warga Kapuas

Baca juga: Pemprov Kalteng dorong lahan rawan karhutla dimanfaatkan secara tepat



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026