Logo Header Antaranews Kalteng

Kerugian kebakaran SMAN 1 Sungai Babuat capai Rp2 miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 13:35 WIB
Image Print
Anggota Polsek Permata Intan saat memasang garis polisi di lokasi kebakaran di SMAN 1 Sungai Babuat, Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-Polsek Permata Intan

Puruk Cahu (ANTARA) - Kebakaran hebat menghanguskan sebagian besar fasilitas pendidikan di SMAN 1 Sungai Babuat di Desa Tumbang Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rabu siang (30/9), menimbulkan kerugian hingga Rp2 miliar.

“Berdasarkan pendataan sementara, kerugian materiil akibat musibah kebakaran di SMAN 1 Sungai Babuat ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp2 miliar,” kata Kapolsek Permata Intan, Ipda Indra Pacitawan Nurcahyo di Puruk Cahu, Kamis.

Indra menyampaikan kronologis kejadian yang dihimpun dari sejumlah saksi. Kemunculan api pertama kali diketahui oleh sejumlah saksi mata di lingkungan sekolah.

"Kejadian diketahui sekitar pukul 12.30 WIB oleh Bapak Elifri selaku pegawai Korwil UPT Kecamatan Sungai Babuat, bersama para guru yang melihat adanya asap serta api dari bagian ruangan kantor guru," jelasnya.

Melihat situasi yang kian membahayakan, para saksi langsung bergegas memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak sekolah, tim pemadam dari PT Indo Muro Kencana (IMK), masyarakat sekitar, serta personel Pospol dan Koramil Sungai Babuat.

Berkat kesigapan dan kerja sama semua pihak itu disampaikan Indra, amukan si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB, sehingga api tidak sampai merembet ke seluruh kompleks sekolah.

Indra juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. Pihak sekolah bersyukur karena masih ada lima bangunan ruang kelas yang berhasil diselamatkan dari kobaran api.

“Kendati demikian, dampak material yang ditimbulkan cukup parah karena api meludeskan ruang kantor atau guru, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, ruang aula, serta berbagai inventaris penting seperti dokumen sekolah,” tambah Indra.

Selain bangunan dan dokumen penting, sejumlah perangkat pendukung pembelajaran modern turut hangus terbakar atau mengalami kerusakan berat.

Dugaan sementara penyebab kebakaran menurut Indra lagi akibat arus pendek atau korsleting listrik, namun proses penyelidikan mendalam masih berjalan untuk mengungkap fakta dari musibah tersebut.

Baca juga: Waket I DPRD tekankan pentingnya sportivitas anak usai tutup Turnamen Futsal MIS KP Cup 4

Baca juga: Kemenkum Kalteng dampingi Pemkab Mura susun Raperbup Penanggulangan Bencana

Baca juga: DPRD Murung Raya sebut hadiah umrah untuk juara MTQ bentuk motivasi



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026