
Pelindo perkuat sinergi tingkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Sampit

Sampit (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit menggandeng semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, khususnya di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung karena kalau kita telusuri kapal itu ada proses yang dimulai dari hulu sampai hilir dan semua berkaitan. Ini perlu kita evaluasi bersama karena sangat disayangkan jika terus terjadi kecelakaan," kata Manager Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyojati di Sampit, Kamis.
Hal itu disampaikan Tri saat acara Coffee Morning dengan insan transportasi. Kegiatan diisi diskusi ringan dengan menghadirkan narasumber perwakilan dari Pelindo, Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, KSOP Kelas III Sampit, PT Dharma Lautan Utama dan PT Pelni.
Kegiatan yang digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit ini mengusung tema perkuat sinergi, tingkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran terhadap pelayanan roro dan penumpang serta pengaturan kendaraan lebih muatan atau dimensi (ODOL).
Menurut Tri, musibah kecelakaan KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang terbalik di Laut Jawa dan menimbulkan banyak korban jiwa pada 13 September 2026, menimbulkan keprihatinan, sekaligus menjadi pengingat untuk terus memerhatikan keselamatan dan keamanan pelayaran.
Tri menegaskan, keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab operator kapal atau regulator saja, tetapi merupakan kewajiban dan tanggung jawab semua pihak. Pelindo sebagai fasilitator, juga berkomitmen untuk memberikan yang terbaik demi terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran, khususnya dalam hal penyediaan fasilitas.
Untuk itulah, Pelindo terus berupaya memperkuat sinergi dengan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan keselamatan dan keamanan pelayaran. Sinergi dan kolaborasi sangat penting karena setiap instansi mempunyai peran masing-masing yang sudah seharusnya dijalankan dengan saling mendukung demi tujuan bersama.
Coffee Morning yang juga diisi dengan diskusi ini juga menjadi wujud Pelindo merespons musibah kecelakaan KM Virgo Transport 8. Tujuannya untuk kembali mengingatkan semua pihak tentang pentingnya menjalankan dsn mematuhi aturan agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan kendaraan over dimension over loading (ODOL) atau kendaraan yang melebihi batas muatan. Kendaraan ODOL dikhawatirkan membawa dampak tidak baik, seperti terganggunya stabilitas kapal ketika terjadi gelombang tinggi di laut sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.
"Semua kapal itu ada batas muatannya. Kalau tidak dibatasi muatannya dan ketinggiannya maka kita tidak tahu yang terjadi di laut seperti apa. Misalkan ada gelombang, apakah dengan muatan yang tinggi dan muatan yang berat itu aman untuk kapal atau seperti apa," ujar Tri.
Secara internal, kata dia, Pelindo mempunyai standar kinerja yang harus dilaksanakan terkait keselamatan. Misalnya terjadi kecelakaan kerja maka maksimal dua jam sudah harus dilaporkan ke kantor pusat, minimal ada informasi awal yang harus disampaikan.
Pelindo juga menerapkan standar pelayanan prima penumpang yang mengatur setiap kegiatan dalam pelayanan. Beberapa yang menjadi prioritas yaitu penerapan batas ketinggian kendaraan, keberadaan jembatan timbang, alat pemindai x-ray, display informasi serta standar operasional dan prosedur (SOP).
"Namun kami memahami di Sampit saat ini sedang berproses. Kami meminta dukungan kepada seluruh mitra kerja agar Pelabuhan Sampit khususnya bisa terus bertransformasi membenahi memperbaiki dan melengkapi semua fasilitas yang harus dan wajib disiapkan sesuai dengan mandat pemerintah," pinta Tri Purbo.
Baca juga: Bupati Kotim ingatkan dewan hakim MTQ jaga independensi penilaian
Sementara itu, Head Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar mengajak semua pihak bersinergi, khususnya dalam aktivitas di Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Bagendang. Dia berharap semua pihak bisa saling mendukung demi terciptanya keselamatan pelayaran.
"Kita di sektor transportasi ini juga mengutamakan keselamatan, tentunya seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku usaha saling mengingatkan agar pelayanan kita kepada masyarakat bisa lebih baik," harapnya.
Menurut Fajar, pengambil keputusan, regulator, dan aparat, mempunyai peran masing-masing untuk bisa memberikan kontribusi yang positif bagi negara. Dalam hal transportasi, semua dituntut berperan dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran.
Dia juga menyinggung terkait perlunya ketegasan terhadap kendaraan ODOL untuk mencegah kecelakaan. Regulasi sudah tegas mengatur, kini tinggal meningkatkan ketaatan atau kepatuhan semua pihak terhadap aturan tersebut.
"Bagaimana kita menjaga ekosistem logistik ini, bagaimana simpul transportasi dan logistik yang difasilitasi di pelabuhan ini bisa terintegrasi dengan baik. Pelabuhan tidak hanya Pelindo ya. Pelabuhan itu bisa ada dari pemerintah daerah, kemudian ada TUKS, dan lainnya punya peran yang sama," tegas Fajar.
Menurutnya, Coffee Morning ini selain menciptakan tadi apa namanya kesektorintasian yang aman, baik di darat maupun di laut. Untuk itu, pasti ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan, kemudian aturannya ditegakkan hal-hal tidak diinginkan bisa dicegah.
"Saya yakin kita di sini punya peran besar. Bagaimana kita membangun, niat kita nawaitu kita sebenarnya sama ya. Bagaimana kita memberikan yang terbaik lah buat lingkungan sekitar kita, masyarakat kita, bangsa kita, hanya saja mungkin belum sinergi tadi ya. Nanti bagaimana semua sektoral tadi bisa punya peran bersama-sama," demikian Fajar.
Tekad ini didukung semua pihak yang hadir. Semua sepakat bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran harus diutamakan.
"Kami mendukung, termasuk rencana jembatan timbang sehingga angkutan yang akan naik sudah dipastikan sesuai aturan, baik dari sisi ukuran armada maupun muatannya," ujar Manager PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Kacung Muhadi.
Sementara itu, acara Coffee Morning ditutup dengan pemberian penghargaan oleh Pelindo terhadap mitra kerja atas capaian sehingga dinilai layak diberikan penghargaan menurut keunggulan pada kategori masing-masing.
Baca juga: BMKG Kotim sebut kabut asap sulit terurai dipengaruhi Siklus Walker
Baca juga: Peningkatan drainase Jalan Tjilik Riwut Sampit dikerjakan hingga simpang Pramuka
Baca juga: Usai komisioner nonaktif, KPU Kalteng ambil alih tugas KPU Kotim
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
