
Kalteng anggarkan Rp15 miliar buka akses menuju Kampung Melayu

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menganggarkan Rp15 miliar pada 2026 untuk melanjutkan pembukaan ruas jalan Kereng Pakahi-Kampung Melayu di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan sebagai upaya memperluas akses transportasi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng Juni Gultom di Kasongan kemarin mengatakan, anggaran tersebut terbagi dalam dua paket pekerjaan, yakni Rp8 miliar yang telah rampung dan Rp7 miliar yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk paket kedua saat ini masih dalam tahap pengerjaan sampai batas sungai arah Kampung Melayu,” kata Juni.
Menurut dia, pekerjaan pembukaan jalan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas yang dapat segera difungsikan masyarakat. Paket senilai Rp8 miliar saat ini sudah dapat dilalui kendaraan, sedangkan pekerjaan senilai Rp7 miliar diarahkan hingga Desa Telaga dan batas sungai menuju Kampung Melayu.
Juni mengatakan pembangunan ruas tersebut akan dilanjutkan pada 2027 agar pembukaan akses terus bergerak menuju Kampung Melayu. Setelah ruas jalan terbuka dan berfungsi, pembangunan jembatan serta infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap.
“Yang penting kita buka dulu agar fungsional dan bisa dilewati masyarakat. Tahun depan akan kita lanjutkan kembali, dari Desa Telaga kemudian diarahkan ke seberang dan selanjutnya menuju Kampung Melayu,” ujarnya.
Baca juga: 9.068 warga Katingan terdampak karhutla terima bantuan pangan
Ia memastikan pembukaan ruas Kereng Pakahi-Kampung Melayu merupakan bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng dan hingga kini pelaksanaannya berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Selain ruas tersebut, Pemprov Kalteng juga mengkaji pengembangan jalur Hantipan yang selama ini menjadi salah satu akses alternatif masyarakat di wilayah hilir Katingan. Jalur itu direncanakan dapat menghubungkan wilayah Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Katingan.
Juni mengatakan rencana pengembangan jalur Hantipan masih dalam tahap kajian, terutama terkait kondisi teknis berupa perbedaan ketinggian antara wilayah Mentaya dan Hantipan yang dapat mencapai sekitar 10 meter ketika musim kemarau.
“Ini perlu kita pelajari dan desain terlebih dahulu agar pada saat pelaksanaan nanti tidak menimbulkan kendala,” katanya.
Selain aspek teknis, kondisi kawasan yang terdapat hutan lindung juga menjadi pertimbangan pemerintah. Bentuk penanganan jalur tersebut, baik melalui pengerukan, pelebaran maupun pembangunan akses jalan, masih akan dibahas lebih lanjut.
Sementara untuk ruas Kereng Pakahi-Kampung Melayu, Pemprov Kalteng memastikan pembukaan jalan terus dilanjutkan secara bertahap hingga akses masyarakat menuju Kampung Melayu semakin terbuka.
Baca juga: Gubernur Kalteng minta RT-RW aktif data warga belum tersentuh bantuan
Baca juga: Pemprov Kalteng penuhi 3,8 juta liter air bersih untuk warga saat kemarau
Baca juga: Gubernur Kalteng kawal bantuan pangan karhutla sampai kepada penerima
Pewarta : Naslee/Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
