
Kafe Amber Island di Palangka Raya hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik

Palangka Raya (ANTARA) - Kebakaran yang menghanguskan Kafe Amber Island di Jalan Kerinci, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, diduga akibat korsleting listrik, Jumat dini hari.
"Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 04.06 WIB, kemudian kami bergegas ke lokasi kejadian," kata Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Alfrianto.
Dia mengatakan, peristiwa itu bermula pada saat kafe yang beroperasi 24 jam tersebut tengah melahani pengunjung. Kemudian selang beberapa waktu, para pengunjung sempat merasakan adanya asap masuk ke dalam kafe.
"Namun mereka mengira asap itu merupakan kabut asap. Sehingga mengabaikan kemudian tetap menjalani aktivitas seperti biasa," ucapnya.
Alfrianto menambahkan, beberapa saat kemudian para pengunjung dikagetkan dengan kondisi asap yang semakin menebal disertai dengan percikan api yang diduga berasal dari instalasi Air Conditioner (AC).
Sontak para pengunjung berlarian ke luar kafe menyelamatkan diri dan meminta bantuan ke warga sekitar.
"Beruntung dalam peristiwa itu tidak memakan korban jiwa. Api dapat dipadamkan dengan waktu sekitar satu jam," ujarnya.
Baca juga: Kerugian kebakaran SMAN 1 Sungai Babuat capai Rp2 miliar
Alfrianto mengatakan, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran di kafe tersebut akibat adanya korsleting listrik.
Namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian, untuk menentukan penyebab pasti kebakaran.
"Akibatnya pemilik kafe mengalami kerugian materi sekitar Rp500 juta. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik agar tidak terjadi hal serupa," pungkas Alfrianto.
Baca juga: Bandara Tjilik Riwut pastikan operasional penerbangan berjalan sesuai kondisi aktual
Baca juga: Bupati Sukamara distribusikan alat pemadam kebakaran ke Sukaraja
Baca juga: 3.434 hektare lahan terbakar di Kapuas hingga September 2026
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
