
Pemkab Bartim tetap waspada sekalipun tren kejadian karhutla menurun

Tamiang Layang (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Misnohartaku mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat, agar tetap waspada dan lebih aktif.
Hal itu disampaikan dirinya saat memimpin rapat koordinasi evaluasi penanganan karhutla yang membahas perkembangan kejadian, perpanjangan status tanggap darurat, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, kemarin.
"Meskipun tren kejadian karhutla mulai menurun, sejumlah titik panas masih terpantau meningkat dan berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas," ujarnya.
Dia menyebut, kondisi cuaca diperkirakan masih kering hingga Oktober, sehingga menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi kebakaran susulan.
"Seluruh unsur terkait harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla," kata Misnohartaku.
Sekda Bartim ini juga meminta pembaruan data kejadian dilakukan setiap hari, serta memastikan kebutuhan operasional petugas di lapangan terpenuhi, termasuk bahan bakar minyak (BBM), peralatan pemadaman, dan dukungan personel dari perangkat daerah.
"Posko Kabupaten juga tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla," kata Misnohartaku dalam rapat yang jugua membahas distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat, serta dukungan anggaran dalam penanganan bencana.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur, ada 704 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare secara kumulatif.
Sementara dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Bartim melaporkan ada 2.336 kasus gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta 173 kasus diare selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.
Baca juga: Pemkab Bartim perkuat penghormatan HAM melalui penetapan Kampung Redam
Menyikapi kondisi itu, Pemkab Bartim pun terus memantau kualitas udara, menyiapkan obat-obatan dan masker, serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kondisi karhutla.
"Untuk air bersih, kami telah mendistribusikan kepada masyarakat dengan jumlah mencapai 4.460 liter," tandas Misnohartaku.
Dalam rapat tersebut juga mengevaluasi perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional relawan, serta pertanggungjawaban penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Seluruh pihak terkait diminta terus bersinergi untuk mempercepat penanganan karhutla, melindungi masyarakat, serta mengantisipasi potensi kebakaran susulan.
Baca juga: Pemkab Bartim targetkan 13 ribu orang terlayani pemeriksaan kesehatan gratis
Baca juga: Pemkab Bartim saring 71 inovasi OPD dan masyarakat dalam lomba Krenova 2026
Baca juga: Bupati Barito Timur tandatangani IPPR RDTR Ampah di Kementerian ATR/BPN
Pewarta : Cakre (*
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
