
Pemkab Gumas hadirkan GPM di Tumbang Napoi demi stabilitas harga

Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa, Kamis (1/10/2026).
Kepala DPKP Gunung Mas Eigh Manto saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat Tumbang Napoi dan sekitarnya.
"GPM menghadirkan beras premium Mayori kemasan 5 kg sebanyak 260 sak, Punokawan kemasan 20 kg sebanyak 15 sak, gula 400 kg, minyak goreng 360 liter, bawang merah 50 kg, bawang putih 40 kg, dan telur 201 tabak," ungkapnya.
Ia menjelaskan, harga komoditas dalam GPM tersebut merupakan harga subsidi, sehingga lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasaran di Tumbang Napoi.
Berdasarkan laporan harga mingguan Kecamatan Miri Manasa pada Minggu III September 2026, beras premium kemasan 20 kg di pasaran Tumbang Napoi dijual Rp400 ribu, sedangkan di GPM beras Punokawan kemasan 20 kg hanya Rp310 ribu per sak. Adapun beras Mayori kemasan 5 kg dijual Rp85 ribu per sak.
Untuk minyak goreng, harga di pasaran mencapai Rp25 ribu per liter, sedangkan di GPM hanya Rp15 ribu per liter. Gula pasir dijual Rp22 ribu per kg di pasar, sementara di GPM Rp16 ribu per kg.
Selisih juga terlihat pada komoditas lain. Telur ayam ras di pasaran dijual Rp65 ribu per tabak, sedangkan di GPM Rp50 ribu per tabak.
Adapun bawang merah dan bawang putih di pasar masing-masing Rp65 ribu per kg atau Rp32,5 ribu per 0,5 kg, jauh di atas harga GPM yang hanya Rp18 ribu per 0,5 kg.
"Dengan perbedaan harga tersebut, tidak heran GPM diserbu warga dan komoditas yang kami jual laris manis," kata Eigh Manto.
Lebih lanjut, GPM terselenggara berkat kerja sama DPKP dengan Dinas Pertanian, Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
GPM juga sejalan dengan program unggulan Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong dan Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing, yakni Tambun Bungai Mandiri, sebagai wujud kemandirian pangan di daerah tersebut.
Eigh Manto menyebut, GPM akan terus digelar secara bertahap di sejumlah wilayah agar semakin banyak masyarakat dapat membeli pangan dengan harga terjangkau.
Baca juga: Sekda Gumas tegaskan Pancasila tak bisa digoyang atau diubah
Baca juga: Pemkab Gumas minta tiga desa siapkan pelaksanaan pilkades PAW
Baca juga: Pembudi daya ikan di Gunung Mas terpaksa panen dini imbas kemarau
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
