Logo Header Antaranews Kalteng

Dishub Kotim rancang jalur alternatif antisipasi penutupan Jalan Tjilik Riwut

Jumat, 2 Oktober 2026 16:49 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur Raihansyah. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Dishub Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan rancangan jalur alternatif untuk mengantisipasi penutupan Jalan Tjilik Riwut, di sekitar ujung landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah di Sampit, Jumat, mengatakan penutupan jalan tersebut berkaitan dengan proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Haji Asan serta pembangunan pagar Runway End Safety Area (RESA) di sisi barat.

"Proyek itu sebenarnya dari pusat untuk perpanjangan runway Bandara Haji Asan. Tahun 2026 ini ada pemagaran untuk RESA di sebelah barat, sehingga jalan itu nantinya otomatis ditutup setelah seluruh pekerjaan pemagaran selesai," katanya.

Menurut dia, pekerjaan tersebut diperkirakan mulai berdampak terhadap akses masyarakat pada November 2026. Pemerintah daerah telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak bandara untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas sebelum penutupan diberlakukan.

Sebagai langkah awal, masyarakat akan diarahkan menggunakan jalur memutar melalui Jalan Jaksa. Namun, rute tersebut dinilai membuat jarak tempuh menjadi lebih panjang sehingga Dishub Kotim mencari alternatif yang lebih efisien.

Raihansyah mengatakan pihaknya mulai memetakan kemungkinan pembangunan ruas jalan baru di sekitar kawasan bandara. Jalur tersebut diharapkan dapat memangkas jarak tempuh masyarakat yang terdampak penutupan Jalan Tjilik Riwut.

"Selain memutar lewat Jalan Jaksa, kami mencoba mengefisienkan jalur dengan membuat jalan baru di sekitar bandara. Nanti akan kami ukur, ajukan, kemudian disusun FS ataupun Andalalin untuk melihat dampak lalu lintasnya," ujarnya.

Berdasarkan pemetaan awal, jalur alternatif tersebut dirancang dari arah Palangka Raya, dengan tetap melewati kawasan perkebunan nanas hingga tikungan yang ada saat ini. Dari kawasan tersebut, jalur akan diarahkan lurus menuju bagian ujung landasan pacu sebelum kembali tersambung dengan Jalan Jaksa.

Rencana tersebut diharapkan menjadi pilihan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan dari arah Palangka Raya menuju kawasan utara Kotawaringin Timur. Dengan jalur yang lebih pendek, dampak penutupan Jalan Tjilik Riwut terhadap mobilitas masyarakat diharapkan dapat ditekan.

Meski demikian, pembangunan jalan baru masih dalam tahap perencanaan. Dishub perlu melakukan pengukuran lapangan, kajian teknis, penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS), serta Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Pemerintah daerah juga perlu menghitung kebutuhan anggaran pembangunan dan kemungkinan pembebasan lahan. Dishub akan berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk menghitung kebutuhan tersebut secara lebih rinci.

"Sudah kami petakan jalurnya. Tinggal dilakukan pengukuran dan bersama dinas teknis menghitung pembiayaan untuk jalan tersebut. Otomatis nanti juga ada kebutuhan pembebasan lahan," katanya.

Baca juga: Bupati Kotim tinjau peningkatan drainase untuk kurangi genangan

Sambil menunggu kajian dan kemungkinan pembangunan jalur baru, Jalan Jaksa disiapkan sebagai akses alternatif sementara. Namun, ruas tersebut masih dalam tahap perbaikan sehingga belum dapat digunakan untuk uji coba pengalihan arus.

Raihansyah mengatakan terdapat sejumlah titik di Jalan Jaksa yang kondisinya rendah dan berpotensi tergenang saat banjir. Selain itu, masih ditemukan sejumlah bagian jalan yang rusak dan berlubang cukup dalam.

"Untuk sementara pengalihan belum kami lakukan karena Jalan Jaksa di bagian ujung masih dalam perbaikan. Ada beberapa titik yang harus diperbaiki dan sudah ditangani dinas terkait," katanya.

Perbaikan dilakukan melalui penanganan agregat pada sejumlah titik yang membutuhkan peningkatan kondisi. Setelah ruas tersebut dinyatakan layak dan aman dilalui, Dishub bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, akan melakukan uji coba pengalihan arus.

Dishub sebelumnya juga telah menerbitkan surat keputusan terkait pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat. Koordinasi dengan pihak bandara dan kepolisian terus dilakukan untuk memastikan penutupan jalan nantinya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas secara signifikan.

"Kemarin dengan Polres Kotim, dalam hal ini Satlantas, kami akan melakukan uji coba penutupan secara berkala. Ini untuk melihat bagaimana kondisi arus lalu lintas ketika pengalihan diberlakukan," demikian Raihansyah.

Baca juga: DPRD Kalteng dorong peningkatan jalan berlanjut hingga Kuala Pembuang-Segintung

Baca juga: Pelindo perkuat sinergi tingkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Bupati Kotim ingatkan dewan hakim MTQ jaga independensi penilaian



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026