Logo Header Antaranews Kalteng

Kunjungan di MPP Habaring Hurung turun 25 persen imbas kabut asap

Jumat, 2 Oktober 2026 18:56 WIB
Image Print
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim Diana Setiawan. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Tingkat kunjungan masyarakat ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Habaring Hurung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengalami penurunan sekitar 25 persen imbas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau hasil pengecekan terakhir, berkurangnya sekitar 25 persen. Untuk kunjungan per hari rata-rata 300-400 orang, sekarang berkurang 25 persennya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim Diana Setiawan di Sampit, Jumat.

Diana menyebutkan, kondisi ini sudah berlangsung sejak awal September 2026, seiring dengan semakin pekatnya kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kotim.

Menurutnya, penurunan tersebut terutama terjadi karena masyarakat dari luar Kota Sampit mengurangi aktivitas bepergian akibat kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.

Masyarakat cenderung menunda keperluan yang tidak bersifat mendesak ketika kondisi udara memburuk. Bahkan, untuk melakukan perjalanan dari wilayah desa atau kecamatan menuju pusat layanan di Kota Sampit pun menjadi pertimbangan.

“Kondisi ini bisa dilihat dari berkurangnya kendaraan yang parkir di halaman MPP Habaring Hurung. Biasanya kan penuh, sekarang berkurang,” ujarnya.

Kendati begitu, penurunan kunjungan tersebut tidak serta-merta berdampak terhadap pendapatan daerah. Hal itu karena layanan yang tersedia di MPP Habaring Hurung tidak seluruhnya berkaitan dengan penerimaan retribusi maupun pajak.

“Di situ banyak pelayanan lainnya, seperti BPJS, administrasi kependudukan dari Disdukcapil dan lainnya. Jadi, tidak semuanya berkaitan dengan retribusi atau pajak,” sebutnya.

Dari berbagai jenis layanan, penurunan paling terasa terjadi pada pelayanan administrasi kependudukan. Layanan tersebut selama ini termasuk yang paling banyak diminati masyarakat, khususnya untuk pengurusan dokumen kependudukan seperti kartu tanda penduduk (KTP).

Sementara itu, layanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) memiliki pola kunjungan yang berbeda. Menurut Diana, layanan tersebut biasanya mengalami peningkatan pada momentum tertentu, terutama ketika pemerintah menggelar program pemutihan pajak kendaraan.

“Kalau seperti STNK itu pada waktu tertentu saja ramainya, seperti ketika ada program pemutihan. Kalau hari biasa memang agak sepi, jadi ada atau tidak kabut asap pun sama," jelasnya.

Meski jumlah masyarakat yang datang menurun, Diana memastikan operasional MPP Habaring Hurung tetap berjalan normal. Seluruh loket pelayanan tetap dibuka dan petugas menjalankan tugas sebagaimana biasanya.

“Kami dari sisi pelayanan berjalan seperti biasa saja. Setiap loket layanan tetap buka dan berjalan optimal,” tegasnya.

Diana memperkirakan jumlah kunjungan akan kembali meningkat setelah kondisi kabut asap berangsur membaik. Masyarakat yang sebelumnya menunda keperluan administrasi karena mempertimbangkan kondisi udara diperkirakan akan kembali mendatangi MPP.

Bahkan, ia memprediksi pemulihan kondisi udara dapat diikuti lonjakan kunjungan karena adanya akumulasi masyarakat yang sebelumnya memilih menunda pengurusan dokumen atau kebutuhan pelayanan publik.

“Malah kemungkinan setelah kabut asap ini akan terjadi lonjakan kunjungan, karena masyarakat yang sebelumnya menunda urusannya karena kabut asap, lalu akan melakukannya setelah kabut asap reda,” demikian Diana.

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat tata kelola iuran anggota Korpri

Baca juga: Salinitas tinggi, Warga Kotim diimbau sementara tak konsumsi air perumdam

Baca juga: Dishub Kotim rancang jalur alternatif antisipasi penutupan Jalan Tjilik Riwut



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026