
Polres Gumas siap amankan pilkades serentak gelombang II 2027

Kuala Kurun (ANTARA) - Kepolisian Resor Gunung Mas, Kalimantan Tengah, siap mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II tahun 2027, yang akan diikuti 59 desa yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten setempat.
Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dihubungi dari Kuala Kurun, Sabtu, menyatakan pengamanan akan dilakukan pada berbagai tahapan pilkades, termasuk saat pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
"Pada hari H pemungutan suara, jumlah personel yang kami turunkan ke setiap TPS tergantung tingkat kerawanan, sehingga jumlahnya bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya," bebernya.
Baca juga: Forkopimda Gumas perkuat koordinasi dan patroli cegah karhutla
Ia menyebut, pengamanan tersebut tidak dilakukan sendirian oleh kepolisian, melainkan bersama para pemangku kepentingan lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan pilkades serentak gelombang II di wilayah Gumas.
Kapolres juga menyatakan koordinasi dengan pemangku kepentingan terus diperkuat, seperti saat dirinya mengunjungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gumas pada Selasa (22/9/2026) untuk membahas kesiapan pilkades.
Ke depan, sambungnya, koordinasi dengan berbagai pihak terkait akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan, demi suksesnya pelaksanaan pilkades serentak gelombang II di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
Baca juga: Polwan perkuat perlindungan pelajar Sekolah Rakyat Gumas cegah perundungan
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gumas Hendra Surya menyampaikan, pilkades serentak gelombang II akan dilaksanakan karena masa jabatan kades di 59 desa berakhir pada awal Februari 2027.
Tahapan pilkades serentak sudah dimulai sejak 2026. Pemerintah daerah menganggarkan Rp1 miliar untuk pelaksanaan tahapan persiapan di 2026 melalui mekanisme APBD Perubahan 2026.
Baca juga: Genset tidak stabil diduga picu kebakaran rumah warga Petak Bahandang Gumas
Anggaran Rp1 miliar tersebut digunakan untuk sosialisasi, bimbingan teknis bagi panitia pemilihan kepala desa, honor dan operasional panitia, penyusunan peraturan daerah, serta pengadaan beberapa peralatan kerja.
Sementara itu, anggaran untuk tahapan pelaksanaan 2027 diperkirakan lebih besar, karena kebutuhannya lebih luas.
"Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk logistik pilkades termasuk surat suara dan distribusinya, monitoring dan pengamanan, honor dan operasional panitia, serta pembekalan bagi kepala desa terpilih," demikian Hendra.
Baca juga: Pemkab dukung Polres Gumas jangkau perdesaan lewat SKCK Gula Madu
Pewarta : Chandra
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
