
Bupati Kotim salurkan bantuan untuk MPA enam kecamatan wilayah utara

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menyalurkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di enam kecamatan wilayah utara sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim terima kasih sekali kepada Masyarakat Peduli Api ini. Walaupun tidak seberapa yang kita bantu, itu hanya bentuk perhatian pemerintah," kata Halikinnor di Kelurahan Kuala Kuayan, Sabtu.
Bantuan tersebut diserahkan Halikinnor di halaman Kantor Kecamatan Mentaya Hulu. Bantuan itu ditujukan bagi MPA di Kecamatan Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Parenggean.
Ia menjelaskan peran MPA sangat penting dalam membantu pemerintah melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, terutama ketika kondisi wilayah sedang dilanda musim kemarau.
Terlebih menurutnya, dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh daerah yang menjadi lokasi kebakaran. Asap dapat menyebar ke wilayah lain sehingga masyarakat tetap terdampak meskipun titik api di daerahnya relatif sedikit.
“Saat ini kita semua terdampak karhutla. Di Mentaya Hulu memang tidak terlalu banyak titik api, tetapi asap ini tidak punya KTP. Walaupun karhutlanya sedikit, tetap terdampak kabut asap,” ujarnya.
Halikinnor menilai sebagian besar kejadian karhutla tidak terlepas dari aktivitas manusia. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu meluasnya kebakaran.
Ia menyebut penanganan karhutla juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare, terutama ketika kualitas udara memburuk.
“Belum lagi tadi dikatakan camat, ada penyakit seperti diare dan ISPA. Makanya saya berterima kasih kepada camat yang sudah membentuk MPA,” tuturnya.
Selain bantuan sembako, pemerintah daerah juga terus memperkuat sarana dan prasarana penanganan karhutla. Halikinnor menyebut Pemkab Kotim telah mendapat tambahan armada pemadam kebakaran, termasuk bantuan dari pemerintah pusat dan TNI.
Kotim mendapat 10 unit mobil pemadam dari bantuan Presiden. Disamping itu, dukungan juga datang dari Korem berupa tambahan armada untuk memperkuat penanganan karhutla di daerah.
Halikinnor juga mengingatkan bahwa musim kemarau biasanya diikuti persoalan lain, yakni banjir ketika curah hujan kembali meningkat. Sejumlah kawasan di wilayah utara Kotim, kata dia, merupakan daerah yang berulang kali terdampak banjir.
Ia meminta perangkat daerah mulai mengantisipasi kebutuhan masyarakat sejak dini, termasuk ketersediaan bahan pangan apabila terjadi banjir.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang masih membutuhkan penanganan.
Selanjutnya, persoalan air bersih menjadi perhatian pemerintah. Sumber air PDAM di sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan debit bahkan terdampak intrusi air asin dan payau saat musim kemarau.
Ia berharap pembangunan sumber air alternatif dapat mengurangi ketergantungan terhadap air sungai. Pemerintah juga akan melihat kemungkinan pemanfaatan teknologi pengolahan air, termasuk untuk wilayah yang sumber airnya terdampak air asin.
“Nanti saya koordinasikan dengan Direktur Perumdam. Kita panggil Sekda dan Direktur PDAM untuk merencanakan sumur dalam, mungkin kedalamannya 200 sampai 300 meter,” demikian Halikinnor.
Sementara itu, Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan bantuan sosial tersebut merupakan dukungan pemerintah kepada MPA yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Setiap paket bantuan bernilai sekitar Rp250 ribu yang berisi satu dus mi instan, beras lima kilogram, gula, kopi dan susu. Dari total bantuan tersebut, Kecamatan Mentaya Hulu menerima 16 paket, sedangkan sisanya dibagikan kepada lima kecamatan lainnya.
“Bansos ini untuk Masyarakat Peduli Api dalam penanganan karhutla. Sebanyak 100 paket dibagikan untuk enam kecamatan,” bebernya.
Dalam kegiatan itu, Pemkab Kotim melalui BPBD juga menyerahkan satu unit sepeda motor trail secara simbolis untuk Kecamatan Mentaya Hulu.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung mobilitas petugas dalam menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan.
Disamping itu, Kecamatan Mentaya Hulu juga mendapat bantuan dua unit alkon beserta peralatan dari PT Bakung Mas dan tiga unit profil yang dipinjamkan BPBD Kotim untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan.
Sehubungan dengan karhutla, Edison menyebut pada Sabtu (3/10) masih terdapat satu kejadian kebakaran di Desa Pahirangan. Namun, kabut asap yang berasal dari wilayah Bukit Santuai, Tualan Hulu dan sekitarnya dilaporkan menyebar cukup pekat hingga Kelurahan Kuala Kuayan yang merupakan ibu kota Kecamatan Mentaya Hulu.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, MPA, perusahaan dan masyarakat dalam mencegah kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila titik api kembali muncul.
“Untuk jumlah kejadian kebakaran di wilayah Mentaya Hulu memang tergolong sedikit, namun dampak kabut asapnya masih cukup terasa. Maka dari itu tetap diperlukan sinergi semua pihak untuk mengatasinya,” demikian Edison.
Baca juga: Posko Kesehatan PT Sukajadi Sawit Mekar hadir bantu warga terdampak karhutla di Kotawaringin Timur
Baca juga: Kunjungan di MPP Habaring Hurung turun 25 persen imbas kabut asap
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat tata kelola iuran anggota Korpri
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
