
Pemkab Kapuas targetkan anggaran desa naik jadi Rp350 miliar

Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menargetkan anggaran untuk desa pada tahun 2027 mendatang naik menjadi Rp350 miliar, dari tahun sebelumnya yang dialokasikan hanya sekitar Rp245 miliar untuk 231 desa dan 17 kelurahan.
“Peningkatan dukungan anggaran tersebut, diharapkan dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap desa-desa yang selama ini belum maksimal mendapatkan dukungan pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas,” kata Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno di Kuala Kapuas, Minggu.
Hal itu disampaikannya, setelah melaksanakan kunjungan kerja di Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, bersama Ketua I DPRD Kapuas, Yohanes, Sekda Kapuas, Usis I. Sangkai, para Asisten Setda Kapuas, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kapuas, pada Jumat (2/10) malam.
Anggaran tersebut nantinya, akan diberikan melalui program alokasi anggaran Rp1 miliar untuk setiap desa, bahkan bisa lebih.
“Harapan kita ke depan bisa lebih dari Rp1 miliar untuk satu desa. Desa-desa mana yang membutuhkan perhatian lebih, silakan kepala desa berkomunikasi dengan OPD dan DPRD,” katanya.
Perhatian tersebut, lanjutnya, khususnya diarahkan kepada desa-desa di kawasan pesisir, pantai maupun pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Harapan kita tidak ada yang tertinggal di tahun 2027,” tegasnya.
Ia mencontohkan Kelurahan Palangkau Lama dan Palangkau Baru yang berada di Kecamatan Kapuas Murung dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, kedua wilayah tersebut masih membutuhkan peningkatan konektivitas jalan.
“Tempat-tempat seperti itulah yang nanti program 1 miliar satu desanya akan kita lebihkan. Bisa jadi Palangkau Lama 3 miliar dan Palangkau Baru 3 miliar, sehingga kedua wilayah tersebut bisa terhubung dan transportasi darat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain pembangunan di tingkat desa, Pemkab Kapuas juga akan terus meningkatkan pembangunan jalan antar kecamatan serta konektivitas menuju wilayah kabupaten.
Wiyatno mengatakan setelah berada di Katunjung, dirinya bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan untuk meninjau secara langsung kondisi jalan menuju Kecamatan Timpah.
“Dari Katunjung kita nanti langsung naik sepeda motor sampai ke Timpah. Ada sekitar 140 kilometer antara Mantangai dengan Kecamatan Timpah. Mudah-mudahan tahun 2027 dan 2028 mobil sudah bisa lewat sana,” ujarnya.
Dengan peningkatan akses tersebut, diharapkan masyarakat dari wilayah Pasak Telawang, Pujon dan Timpah nantinya dapat menuju Kuala Kapuas melalui jalur yang lebih singkat tanpa harus memutar melalui Palangka Raya dan Pulang Pisau.
Wiyatno juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Kabupaten Kapuas mendapatkan dukungan anggaran dari Balai Jalan Nasional sekitar 25 miliar, yang salah satunya akan diarahkan untuk penanganan dan peningkatan ruas jalan dari Mantangai menuju Timpah.
Ia menjelaskan, sejumlah titik pada ruas tersebut membutuhkan penanganan khusus karena memiliki kondisi tanah yang rendah dan bergambut. Saat musim kemarau, kawasan tersebut rawan terbakar, sedangkan pada musim hujan sebagian wilayah dapat terendam.
“Makanya kita bersama rombongan menginap di Katunjung, pagi kita naik motor langsung ke Timpah. Kita ingin melihat langsung kondisi yang ada di sana sehingga penanganan seperti apa yang akan kita laksanakan, kita bisa melihat secara langsung,” demikian Wiyatno.
Sementara itu, kunjungan ke Desa Katunjung juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kapuas untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi serta melihat kondisi wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah dan kebijakan pembangunan ke depan.
Baca juga: Bupati Kapuas ajak masyarakat peduli bantu cegah karhutla
Baca juga: Kemunculan buaya dua meter gegerkan warga di Sungai Kapuas
Baca juga: Kemenkum Kalteng harmonisasi lima rancangan produk hukum
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
