Manggala agni Palangka Raya akui puting beliung saat padamkan kahutla

id Kebakaran hutan dan lahan,Asap,Asap kalimantan,Puting beliung,Palangka Raya,Palangkaraya,Kalimantan Tengah

Peristiwa puting beliung yang terekam kamera saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Kameloh Baru dan Kalampangan Kecamatan Sebangau Palangka Raya yang diunggah di akun Facebook Manggala Agni Daops I Palangka Raya, Minggu (11/8/2019). (ANTARA/ H.O Manggala Agni Daops I Palangka Raya)

Jakarta (ANTARA) - Tim Manggala Agni Palangka Raya mengakui menghadapi puting beliung pada pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kameloh Baru dan Kalampangan Kecamatan Sebangau Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang videonya menjadi vital.

"Hampir setiap tahun ada puting beliung pada saat panas, di video itu terjadi kemarin saat Idul Adha," ujar anggota kesatuan brigade Manggala Agni Daops 1 Palangka Raya, Rus Effendi, ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Effendi mengatakan saat tim Manggala Agni yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, TSAK Kereng Bangkirai dibantu Pemadam Swadaya Masyarakat Peduli Api (MPA) Sabaru, dan Babinsa TNI dan Babinkamtibmas Polri, tiba-tiba saja puting beliung muncul.

Hal itu terekam kamera salah seorang anggota TSAK Kereng Bengkirai dan kemudian diunggah ke akun Facebook Manggala Agni Daops 1 Palangka Raya,

"Puting beliung itu membawa api sama asap campur air. Setiap hari. Yang terbakar lahan gambut, pohon-pohon tebasan juga terbakar," ujar Effendi.

Kondisi yang ekstrem menimbulkan kendala, dalam video tersebut anggota pemadam meminta rekannya untuk mundur saat puting beliung muncul. Namun tim gabungan rupanya terus melakukan upaya pemadaman.

Effendi menyebut luas lahan yang terbakar sekitar dua puluhan hektare. Namun sekarang sekitar sepertiganya sudah mulai padam.

"Kami mengurangi asapnya karena itu jalur lalu lalang agar tidak mengganggu transportasi darat dan udara" kata dia. Ia mengatakan daerah yang terbakar dekat dengan pemukiman penduduk dan juga Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Area yang terbakar juga kata Effendi, merupakan area yang tidak terkelola dengan baik. "Di sana ada perusahaan perkebunan sawit yang diberi izin mengelola lahan tersebut namun mereka tidak bertanggung jawab karena masih ada masalah dengan negara," ujar Effendi.

Ia menambahkan ada juga lahan masyarakat yang terbakar karena areanya tidak terawat. Namun tim gabungan khawatir karena api muncul di daerah-daerah yang menjadi akses ke perumahan.

"Kemarin ada pemadaman juga yang melanda jalan kecamatan langkai. Kami upayakan jangan sampai memblokir perumahan," ujar dia.

Untuk waktu pemadaman, Effendi mengatakan dilakukan tim pertama mulai pagi jam 09.00 WIB sampai kondisi ama pada sore sehingga tim pulang. Kemudian kebakaran terjadi lagi di daerah itu jadi dilanjutkan pemadaman oleh tim kedua sampai jam 00.00 WIB.

"Areanya sangat luas, ditambah kondisinya ekstrem karena puting beliung. Namun kami masih terus berupaya melakukan pemadaman api," kata Effendi.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar