India batalkan layanan Samjhauta Express dengan Pakistan

id Kereta Samjahuta Express,Pembekuan layanan,India,Pakistan

Seorang penumpang dari India melambaikan tangan ke arah kerabatnya saat ia berangkt dengan Samjhauta Express, yang layanannya sempat dihentikan setelah Pakistan menembak jatuh dua pesawat militer India, menurut para pejabat Pakistan di stasiun kereta api di Lahore, Pakistan, 4/3/2019. (Mohsin Raza)

New Delhi (ANTARA) - India pada Ahad (11/8) membatalkan dan menghentikan perjalanan kereta Samjhauta Express, beberapa hari setelah Pakistan melakukan tindakan serupa di wilayahnya.

Layanan kereta dwi-mingguan tersebut menghubungkan Kota Lahore di bagian timur-laut Pakistan dan Ibu Kota India, New Delhi, melalui tempat penyeberangan perbatasan Wagah.

Di dalam satu pernyataan, Kepala Pejabat Hubungan Masyarakat Kereta Utara Deepak Kumat mengatakan, "Sebagai konsekuensi dari keputusan Pakistan untuk membatalkan layanan Samjhauta Express 14607/14608 antara Lahore dan Attari, maka hubungan kereta ekspres nomor 14001/14002 yang berlangsung antara New Delhi dan Attari juga dibatalkan."

Menurut banyak pejabat, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin, hanya dua penumpang telah membeli tiket buat layanan Minggu.

Pada 8 Agustus, Pakistan membekukan layanan kereta tersebut ke India di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua tetangga yang bersenjata nuklir itu, setelah New Delhi menghapuskan status khusus wilayah sengketa Jammu dan Kashmir.

Layanan Kereta Samjhauta Express juga dibekukan pada awal tahun ini, setelah ketegangan meningkat antara kedua negara. Layanan itu belakangan dilanjutkan lagi.

Ketegangan antara Islamabad dan New Delhi meningkat setelah tindakan India membatalkan status khusus Jammu dan Kashmir --yang memungkinkan warga Kashmir melaksanakan hukum mereka sendiri dan mencegah orang luar menetap dan memiliki tanah di wilayah itu.

Para pemimpin dan warga Kashmir khawatir tindakan itu adalah upaya oleh pemerintah India untuk mengubah demografi negara bagian yang kebanyakan warganya orang Muslim tersebut, tempat beberapa kelompok telah memerintah kekuasaan India bagi kemerdekaan, atau penyatuan dengan tetangga India, Pakistan.

Pakistan juga telah menurunkan hubungan diplomatik dengan India, membekukan perdagangan dan mengusir komisaris tinggi India.

Beberapa bagian Wilayah Himalaya itu dikuasai oleh India dan Pakistan dan diklaim secara keseluruhan oleh keduanya.

Sejak pemisahan mereka pada 1947, kedua negara tersebut telah tiga kali terlibat perang --pada 1948, 1965 dan 1971-- dua di antaranya mengenai Kashmir.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan telah tewas dalam konflik di wilayah itu sejak 1989.

Sumber: Anadolu Agency
Baca juga: Pakistan-India pulihkan layanan kereta
Baca juga: Pakistan putuskan jalur transpor ke India terkait Kashmir
Baca juga: Pakistan rugi Rp695 miliar akibat menutup wilayah udara

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar