Pelatih: PSIS tandang ke Padang dalam kondisi tidak meyakinkan

id Semen Padang

Pelatih sementara PSIS Semarang Widyantoro (tengah) dan pemainnya Hari Nur Yulianto (kanan) saat jumpa pers di Padang, Kamis (ANTARA SUMBAR / Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Kesebelasan PSIS Semarang menjalani laga tandang menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang Sumatera Barat pada Jumat (16/8), dalam kondisi yang tidak meyakinkan setelah menelan tiga kekalahan di laga kandang dan ditinggal pelatih kepala Jafri Sastra.

Pelatih sementara PSIS Semarang Widiyantoro saat jumpa pers di Padang, Rabu mengakui hal tersebut dan pihaknya berupaya bangkit dari kondisi tersebut.

“Laga paling dekat adalah menghadapi Semen Padang dan laga ini kami jadikan momentum bangkit dengan mencuri poin di Padang,” katanya.

Ia datang ke Kota Padang memboyong 18 pemain, minus Safrudin Tahar yang terkena akumulasi kartu sehingga tidak dapat diturunkan dalam laga nanti.

“Kita sedang dalam kondisi sulit dan berusaha bangkit ketika menghadapi Semen Padang dan momentumnya memang saat ini,” katanya.

Menurut dia, hal ini bukan karena Semen Padang sedang berada di dasar klasemen, tapi karena timnya menghadapi Semen Padang setelah menjalani masa buruk.

“Semen Padang tim bagus dan kami telah menganalisis tim ini melalui dua pertandingan terakhir, yakni menghadapi Bali United dan Kalteng Putra. Mereka tim bagus dan kita waspada akan kebangkitan di pertandingan nanti,” katanya.

Menurutnya, seluruh pemain Semen Padang dalam laga nanti akan diwaspadai untuk merealisasikan target mencuri poin di kandang lawan. "Kita bersama pemain sepakat berusaha untuk bermain maksimal dan meraih poin. Ini yang akan kita lakukan,” katanya.

Sementara pemain PSIS Semarang Hary Nur Yulianto mengaku seluruh pemain siap menghadapi laga menghadapi Semen Padang walaupun menjalani hasil buruk di beberapa laga terakhir.

“Kita optimistis meraih kemenangan di laga nanti, karena hanya dengan kemenangan mampu mengangkat moral tim,” katanya.


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar