BNNP akan ungkap jaringan pembawa ganja 200 kilogram ke Sumbar

id BNNP Sumbar

Kepala BNNP Sumatera Barat Brigjen Pol Khasril Arifin (tengah) didampingi Kabid Brantas AKBP Emrizal (kanan) dan Kepala BNK Pasaman Barat Irwan Efendri (kiri) (ANTARA SUMBAR / Mario Sofia Nasution)

Padang (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat Brigjen Pol Khasril Arifin menegaskan akan mengungkap jaringan pengedar narkoba yang membawa 200 kilogram ganja ke provinsi itu.

Khasril Arifin di Padang, Sabtu, mengatakan dari tiga pelaku yang diduga membawa ganja tersebut, hanya dua orang yang sudah ditangkap yakni Khairul Amri dan Rizki Riwaldi, sementara satu pelaku berhasil melarikan diri.

Baca juga: HUT ke-74 RI, BNNP Sumbar ungkap peredaran 200 kilogram narkoba

“Kami akan kembangkan kasus ini dan terus kejar satu tersangka lagi. Dari pengakuan dua pelaku yang ditangkap, pelaku yang lari ini yang memiliki barang,” katanya.

Ia mengatakan masuknya narkoba seberat 200 kilogram ini menjadi jumlah terbesar yang berhasil diungkap BNNP Sumbar. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bersama bahwa peredaran narkoba di Sumbar sudah masuk tahap mengkhawatirkan.

“Kami akan berupaya membersihkan Sumbar dari peredaran gelap narkoba dan ini butuh bantuan dari seluruh pihak,” kata dia.

Baca juga: BNNP Sumbar ungkap delapan kasus narkoba semester I tahun 2019

Pihaknya terus melakukan pengembangan melalui kedua pelaku yang ditangkap petugas. Kedua pelaku ini bertugas sebagai sopir yang membawa dua unit mobil dari Sumbar ke Aceh lalu kembali ke Sumbar lagi.

Satu mobil bertugas sebagai pengawal di depan dan mobil kedua membawa ganja seberat 200 kilogram yang dibagi dalam 155 bungkus plastik yang dimasukkan ke dalam lima buah karung.

“Kedua pelaku ini merupakan residivis, Khairul Amri pernah menjalani hukuman selama empat tahun dan Rizki pernah ditahan karena kasus serupa. Mereka tidak jera, seharusnya nanti hukuman yang diberikan lebih berat,” kata dia.

Salah seorang tersangka, Khairul Amri mengaku diberi uang sebesar Rp3 juta untuk membawa barang haram tersebut dari Aceh ke Sumbar.

Ia mengetahui barang yang dibawanya ganja namun untuk jumlah mencapai 200 kilogram dirinya tidak mengetahui.

“Saya ditugasi bawa barang ini ke Sumbar oleh pelaku yang lari tersebut,” katanya

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat pada peringatan HUT Ke-74 RI, berhasil mengungkap peredaran 200 kilogram narkoba jenis ganja kering yang akan diedarkan di daerah tersebut.

Kepala BNNP Sumatera Barat Brigjen Pol Khasril Arifin di Padang, Sabtu (17/8) mengatakan, merupakan kasus narkoba terbesar yang berhasil diungkap sejak BNNP Sumbar berdiri.

Ia mengatakan dalam pengungkapan tersebut pihaknya berhasil menangkap dua pelaku dan satu orang lolos dari penyergapan yang dilakukan petugas di kawasan Pasar Tapus Kabupaten Pasaman Sumbar pada Sabtu dinihari.


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar