Kapolda Metro Jaya berikan kuliah umum bagi mahasiswa Trisakti

id Kapolda Metro Jaya,Trisakti

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono saat membuka acara Gowes Merdeka bersama TNI dan Astra di BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (18-8-2019). ANTARA/Livia Kristianti

Jakarta (ANTARA) - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono memberikan kuliah umum tentang peran mahasiswa dalam merawat kebinekaan bagi mahasiwa di Universitas Trisakti.

"Mahasiwa dan pemuda sangat berperan besar dalam mengubah tatanan bangsa dan negara ini sampai kita merdeka," kata Kapolda Metro Jaya di Kampus Trisakti Jakarta, Minggu.

Dalam paparan kuliah umum yang disampaikannya, terdapat tiga tonggak sejarah yang tidak bisa dilepaskan. Pertama adalah kebangkitan nasional, kedua Sumpah Pemuda, dan ketiga proklamasi 17 Agustus 1945.

Pada setiap tahapan itu, peran pemuda dan mahasiswa sangat besar sekali sehingga hari ini lahir bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya, bahasa dan lain sebagainya.

Kapolda kelahiran Solok Sumatera Barat tersebut mengatakan bahwa sejarah mencatat lahirnya keberagaman bangsa Indonesia didasari oleh adanya cita-cita besar dan tujuan yang sama dari masyarakat, yaitu adanya musuh bersama.

Baca juga: Kebebasan informasi kebablasan era reformasi kata PAN

"Musuh bersama pada saat itu adalah penjajah bangsa Belanda dan Jepang," kata jenderal bintang dua tersebut.

Dengan adanya peristiwa penting dan besar itu, kata Kapolda Metro Jaya, anak-anak bangsa merasa memiliki kepentingan bersama, yaitu mengusir penjajah dan mencapai kemerdekaan.

Tidak hanya sampai di situ, setelah merdeka, bangsa Indonesia dihadapi dengan masa-masa sulit, yaitu perpecahan atau pemberontakan dalam negeri namun berhasil diselesaikan.

Bahkan, ujar dia, peran pemuda ketika perubahan dari era Orde Baru ke era Reformasi cukup besar dan semua itu banyak faktor yang saling memengaruhi.

Baca juga: APPTHI: Keadilan masih langka di era reformasi

Berubahnya era Orde Baru ke era Reformasi turut dilakukan oleh mahasiswa Trisakti dengan gerakan-gerakan pada saat itu.

Setelah itu, bangsa Indonesia telah meneguhkan hati menetapkan secara bersama jalan demokrasi dalam kehidupan bernegara.

"Itu adalah pilihan bangsa kita," kata Kapolda Metro Jaya.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar