Seorang haji asal Labuhan Batu Selatan meninggal di Mekkah

id berita sumut, berita sumut hari ini, berita sumut terkini, berita medan hari ini,seorang haji asal labuhan batu selatan

Rombongan haji yang tergabung pada kloter 15 Debarkasi Medan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Seorang haji atas nama Suparto Kariyono Safar bin Kariono (68) asal Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, yang tergabung pada kelompok terbang 15 Debarkasi Medan, meninggal di Mekkah.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji (PPIH) Embarkasi Medan, H Farhan Indra dikonfirmasi Minggu, haji asal Kabupaten Labuhan Batu Selatan itu menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 20 Agustus 2019 pukul 18.29 WAS, di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

"Haji dari Sumut itu wafat karena penyakit Infectious And Parasitic Diseases, dan dimakamkan di Sharaye," ujar Farhan.

Baca juga: Masih dirawat di Arab Saudi, satu jamaah haji Sultra tunda kepulangan

Sementara itu, sebanyak 387 orang haji yang tergabung pada Kloter 15 Debarkasi Medan tiba di Asrama Haji Medan, Sabtu (7/9) malam sekira pukul 01.30 WIB.

Dari jumlah 387 orang haji Kloter 15 Debarkasi Medan itu terdiri atas 168 pria dan 219 wanita. Dari jumlah jamaah haji tersebut, yakni 324 orang dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan 55 orang dari Kota Medan.

Baca juga: Pulang haji, jamaah Sibolga-Tapanuli Tengah lanjutkan naik pesawat

Pimpinan Kloter 15 Debarkasi Medan atas nama Mahdi Kiman Kudaduri Bin Kuman Kudaduri.

Jumlah jamaah haji Sumut yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2019 tercatat sebanyak 8.641 orang dengan 22 kloter Embarkasi 1 Medan. Namun yang berangkat ke Mekkah sebanyak 8.525 jamaah haji (98,60 persen).

Baca juga: Masih dirawat di RS, dua haji Debarkasi Batam tertunda pulang

Tidak jadi berangkat 116 jamaah (1,34 persen) karena sakit, meninggal dunia sebelum masuk Asrama Haji Medan dan ditunda keberangkatan ke Mekkah.
 

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar