Sandiaga Uno minta generasi muda tingkatkan kreativitas

id Japnas Sumut, Sandiaga Uno, industri kreatif

Sandiaga Uno saat diwawancarai usai bertemu pengusaha anggota Japnas Sumut di Medan, Minggu (8/9). (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno meminta generasi muda di Indonesia meningkatkan kreativitas agar tidak menjadi pengangguran.

"Mencari.kerja semakin sulit, jadi harus kreatif. Dengan kreatif, bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga orang lain, " ujarnya di Medan, Minggu.

Dia mengatakan itu usai menghadiri acara pertemuan bisnis antara pengusaha Jaringan Pengusaha (Japnas) dan pemangku kepentingan yang digelar Japnas Sumut di SAGA Creativ Hub, Medan.

Baca juga: Diluncurkan Sandi, Bank Infaq kini ada di sembilan lokasi

Hadir di acara itu juru bicara Prabowo Subiakto, Dahnil Anizar Simanjuntak dan anggota DPR RI, Gus Irawan Pasaribu.

Menurut dia, meski industri kreatif di Indonesia terus bertumbuh 9 - 10 persen, tetapi masih rendah dibandingkan di negara lain.

"Industri kreatif harus ditingkatkan untuk menekan dampak negatif banyaknya investasi asing yang keluar dari Indonesia, " ujarnya.

Baca juga: Sandiaga memberi tips menjadi pengusaha tangguh kepada milenial

Sandiaga menyebutkan, industri kreatif masih berpotensi besar, apalagi saat ini masih terkonsentrasi pada usaha kuliner dan fesyen.

"Banyak industri kreatif yang bisa dikembangkan termasuk di sektor pariwisata, " ujarnya.

Sandi menegaskan, selain perlu mendorong industri kreatif, tetapi juga perlu memberikan kepastian hukum berusaha kepada pengusaha khususnya pemula.

Ketua Japnas Sumut, Syahrul Akbar menyebutkan, sengaja mengundang Sandiga Uno karena merupakan tokoh usahawan yang bisa menjadi panutan generasi muda.

"Japnas memang terus mendorong generasi muda untuk menumbuhkan pengusaha baru," katanya.

Salain menumbuhkan pengusaha baru, Japnas mendorong agar pengusaha berkolaborasi sehingga tumbuh semakin kuat dan lebih kreatif buat usaha baru, kata Syahrul.

 

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar