Anggota Demokrat tekan Republik dengan ajukan RUU pemantauan senjata

id Demokrat,Dewan Perwakilan Rakyat,Peraturan senjata

Lebih dari 1000 senjata api dan tumpukan amunisi dari sebuah rumah di kawasan Bel Air di Los Angeles, California, Amerika Serikat, ditunjukkan dalam foto yang diambil, Rabu (8/5/2019). Foto diambil 8 Mei 2019. ANTARA FOTO/Handout Departemen Kepolisian Los Angeles via REUTERS/wsj.

Washington (ANTARA) - Anggota Partai Demokrat di Kongres AS, yang berusaha meningkatkan profil mereka mengenai masalah penting pemantauan senjata, bertindak pada Selasa (10/9) dengan tindakan yang bertujuan mengekang kekerasan yang melibatkan senjata.

Sebelumnya Prersiden Donald Trump bertemu dengan para pemimpin Partai Republik.

Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat AS, yang dipimpin anggota Demokrat, sejalan dengan garis partai menyetujui tiga tindakan: apa yang dinamakan rancangan undang-undang bendera merah, larangan buat magazin amunisi kapasitas-tinggi untuk dipertimbangkan oleh anggota penuh Dewan dan peraturan untuk melarang orang yang dihukum karena pelanggaran kejahatan kebencian untuk memiliki senjata api.

Peraturan itu, yang sekarang akan dipertimbangkan oleh anggota penuh Dewan, disampaikan lebih dari satu bulan setelah keselamatan dari senjata kembali muncul dalam debat terbuka AS setelah penembakan massal yang terjadi berurutan di Texas dan Ohio.

RUU tersebut adalah bagian dari strategi terkoordinasi antara anggota partai Demokrat di Dewan dan Senat untuk menekan pemimpin Senat dari Republik Mitch McConnell agar mengizinkan pemungutan suara mengenai RUU yang berkaitan dengan senjata termasuk peraturan pemeriksaan latar-belakang menyeluruh, yang disahkan oleh Dewan pada Februari.

"Kami tidak mengangkat tindakan tambahan ini semata-mata untuk menanggapi penembakan massal," kata Ketua Komite Kehakiman Dewan Jerrold Nadler dalam proses itu, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

"Kami bertindak akibat keperluan mendesak untuk menanggapi jatuhnya korban jiwa setiap hari akibat kekerasan yang melibatkan senjata di masyarakat kita, apakah itu penembakan massal atau bukan, dan apakah peristiwa tersebut menjadi berita besar nasional, atau tidak," katanya.

Sementara itu Trump dan tokoh partai Republik dari Dewan dan Senat bertemu di Gedung Putih pada Selasa siang. Tokoh Republik di Dewan Steve Scalise, anggota Republik No.2 di Dewan, belakangan mengatakan kepada wartawan ia tidak tahu apakah Trump dan Kongres akhirnya akan menyepakati peraturan senjata itu.

Sumber: Reuters
Baca juga: Oklahoma sahkan UU pertahanan menggunakan senjata di Gereja
Baca juga: Aparat temukan senjata pelaku penembakan di Las Vegas
Baca juga: Selandia Baru larang jenis senjata semiotomatis
Baca juga: Imparsial desak Pemerintah, DPR buat UU Kontrol Senjata Api

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar