Waste4Change tangani sampah plastik dengan layanan dropbox

id Waste4Change, Sampah Plastik

Tumpukan sampah plastik di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara. (Antara/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengelolaan sampah Waste4Change membantu mengatasi persoalan sampah, terutama sampah plastik, dengan layanan dropbox sampah bagi masyarakat.

"Kita ada dropbox sampah yang memang disediakan untuk masyarakat," kata Hana Nur Aulia dari Waste4Change saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Waste4Change mendapatkan dana dari sejumlah perusahaan untuk penyediaan dropbox sampah tersebut. Saat ini, Waste4Change baru memiliki sekitar 200 dropbox sampah yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta dan juga Bekasi.

Dropbox sampah tersebut, kata dia, bisa digunakan oleh masyarakat untuk menitipkan sampah-sampah yang dapat didaur ulang, misalnya sampah plastik, kertas, kaca, logam dan sampah kemasan.

"Karena beberapa perusahaan yang termasuk sebagai rekanan kami mau lebih bertanggung jawab dengan sampahnya. Oleh karena itu mereka mensupport kami dengan mengadakan dropbox ini," katanya.

Sampah-sampah yang dititipkan di dropbox biasanya sudah dipilah terlebih dahulu oleh masyarakat sebelum akhirnya dititipkan.

Sampah yang sudah dititipkan di dropbox kemudian dibawa ke rumah pemulihan material milik Waste4Change untuk dipilah lagi dan selanjutnya dikirim ke perusahaan rekanan untuk didaur ulang.

Baca juga: Waste4Change bantu kurangi sampah plastik dengan jasa pengelolaan

"Jadi kami memastikan bahwa sampah-sampah yang ada di dropbox itu akan dimaksimalkan untuk didaur ulang," tambahnya.

Hana mengatakan layanan penyediaan dropbox tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

"Alhamdulillah dari teman-teman yang ikut atau sudah sering menitipkan sampah ke dropbox, mereka justru senang karena mereka punya solusi untuk sampah mereka," tuturnya.

Hana menyebutkan Waste4Change dapat mengumpulkan sekitar 13 ton sampah per hari dari penyediaan dropbox tersebut.

Dari 13 ton sampah yang mereka kumpulkan, 15 sampai 20 persen di antaranya adalah sampah plastik.

Baca juga: Greenpeace dorong produk alternatif kurangi sampah plastik
Baca juga: Greenpeace dorong produk alternatif kurangi sampah plastik


 

Pewarta : Katriana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar