FIFA tinjau Stadion Manahan kandidat Piala Dunia U-20

id Stadion manahan solo

Sejumlah wartawan media cetak, online dan elektronik saat dilarang masuk ke lokasi Stadion Manahan Solo, Jateng, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) meninjau salah satu kandidat venue untuk kejuaraan sepak bola Piala Dunia U-20 pada 2021, di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Tim FIFA yang didampingi sejumlah Pengurus PSSI Pusat termasuk Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, pengurus Asosiasi Kota (Askot) Surakarta, Asprov Jateng, dan perwakilan dari Pemerintah Kota Surakarta langsung masuk ke Stadion Manahan Solo, secara tertutup.

Bahkan, sejumlah media cetak, online, dan elektronik yang sudah menunggu kedatangan Federasi Sepak Bola Internasional tersebut sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari dilarang masuk oleh pihak pengelola proyek karena agar lebih fokus memerikan persiapan venue.

Menurut Sekretaris Asprov PSSI Jateng Purwidiastanto usai pemeriksaan Stadion Manahan Solo salah satu kandidat venue untuk kejuaraan sepak bola Piala Dunia U-20 pada tahun 2021, memang dikunjungi tim dari FIFA.

Tim dari FIFA ada dua orang didampingi tiga Pengurus PSSI termasuk Sekjen Ratu Tisha Destria melakukan pemeriksaan kondisi Stadion Manahan Solo untuk persiapan Kejuaraan Sepak Bola Piala Dunia U-20.

Stadion Manahan diputuskan menjadi kandidat tuan rumah Piala Dunia 2021, sehingga mereka melakukan inspeksi secara tehnis di Solo ini. Karena, dari FIFA kapasitasnya tehnis maka wajar jika dilakukan secara tertutup agar lebih fokus.

Tim FIFA tersebut melakukan pemeriksaan segala kelengkapan fasilitas ruangan stadion sesuai standart yang mereka tetapkan, kondisi permukaan lapangan permainan, fasilitas-fasilitas pendukung, fasilitas untuk media, akses konektifitas antara ruangan stadion itu.

Hal tersebut supaya ada kepastian bahwa Stadion Manahan Solo akan digunakan pada penyelenggaraan event internasional itu.

Selain itu, konsentrasinya sebenarnya tidak hanya di Stadion Manahan saja, tetapi juga lapangan pendukung yakni Stadion Sriwedari, Kota Barat, dan Banyuanyar untuk tempat latihan tim-tim peserta piala dunia itu.

Tim kontestas Piala Dunia itu, banyak aktivitasnya menggunakan lapangan pendukung untuk latihan. Pihaknya juga mendukung dari sisi fasilitas lapangan latihannnya.

Tim FIFA juga datang memeriksa Stadion Sriwedari, Kota Barat, dan Banyuanyar untuk tempat latihan tim tim peserta Piala Dunia U-20. FIFA sangat serius dan tertarik dengan kondisi lapangan di Stadion Manahan Solo.

FIFA sangat tertarik dan hasilnya masih akan dikaji. Pihaknya berharap dengan dukungan semua masyarakat Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah Kejuaraan Sepak Bola Dunia U-20 pada 2021.

Selain Stadion Manahan Solo yang diusulkan ke FIFA, juga Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, Mandala Kridha Yogyakarta, Wibawa Mukti Bekasi, Patriot Candrabhaga Bekasi Jabar, Si Jalak Harupat Bandung, dan Pakansari Bogor. 

Baca juga: Menteri PUPR: Stadion Manahan Solo rampung September

Baca juga: Stadion Manahan Solo bakal digunakan peringatan Haornas


 

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar