Dua warga terkena reruntuhan bangunan akibat gempa

id gempa ambon,korban luka

Sedikitnya dua orang warga di Desa Passo, Kecamatan Baguala (Kota Ambon) mengalami luka-luka berat dan ringan akibat terkena reruntuhan gedung saat terjadi guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada Kamis, (10/10/2019). ANTARA/Daniel Leonard/am.

Ambon (ANTARA) - Sedikitnya dua orang warga di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon mengalami luka berat dan ringan akibat terkena reruntuhan gedung saat terjadi guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada Kamis.

"Saya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Halong untuk mengecek situasinya karena ada satu korban yang dievakuasi ke sana," kata Kapolsek Baguala, AKP Thomy Siahaya di Ambon, Kamis.

Korban yang terkena reruntuhan bangunan adalah bernama Rido Maitimu sementara berada di dalam gereja dan seorang siswa SMP yang merupakan anak dari pemilik toko Buyung Hoki di Passo.

Baca juga: Gempa bermagnitudo 5,2 terjadi di Pulau Ambon

Siswa SMP Kalam Kudus Ambon ini meloncat dari lantai dua bangunan toko akibat panik ketika terjadi guncangan gempa, kemudian tertimpa material bangunan yang roboh.

Ketika terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 Km pukul 11:39:44 WIB dan secara beruntun terjadi berulang kali dalam hitungan detik maupun menit, sederetan rumah toko di kawasan Paso mengalami kerusakan.

"Belum diketahui pasti apakah ada yang meninggal dunia atau tidak, tetapi ada korban luka seorang siswa SMP Kalam Kudus Ambon atau pemilik toko, kami masih mengecek kondisi korban di RS," jelas Kapolse.

Akibat gempa bumi beruntun sejak pagi hingga menjelang sore hari ini, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan.

Perkantoran, hotel, sekolah, pusat perbelanjaan dan kantor layanan publik lainnya langsung tutup total karena semua orang pulang atau mencari dan menjemput anggota keluarga mereka. Sejauh ini juga belum diketahui berapa warga yang terluka dalam kejadian gempa bumi tektonik beruntun tersebut.

Baca juga: Gempa beruntun akibatkan ribuan warga cari dataran tinggi

Pewarta : Daniel Leonard
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar