DPD RI perjuangkan pelestarian kearifan lokal

id kearifan lokal,nilai pancasila, ketua dpd, lanyalla mattalitti

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mattalitti (tengah) didampingi Wakil Ketua Nono Sampono (kiri) dan Mahyudin memimpin sidang paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti mengatakan DPD RI akan menjalin kerjasama kemitraan dengan daerah-daerah lain pada sektor budaya. Terutama dalam rangka optimalisasi pelestarian nilai-nilai budaya kedaerahan.

"DPD RI senantiasa akan memperjuangkan kebijakan yang mendukung pelestarian nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Lanyalla lewat keterangannya saat membuka acara Gebyar Budaya Betawi di Nusantara V Komplek Parlemen, di Jakarta, Kamis.

Lanyalla mengajak seluruh stakeholder untuk menyadari betapa pentingnya membangun kebudayaan di daerah-daerah Indonesia, karena menjadi cerminan jati diri bangsa dalam memperkuat pondasi Pancasila.

“Tujuannya bukan semata-mata memunculkan simbol tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup individual, sosial maupun dalam lingkup institusi negara,” ucapnya.

Menurut Lanyalla, Pancasila yang sudah ada harus diperkuat baik secara sistematis maupun metodologi. Salah satunya dalam penguatan budaya bangsa sehingga bisa berfungsi bagi kerja sosial sekaligus menopang kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

“Salah satunya Gebyar Budaya Betawi ini yang bertujuan penguatan bangsa. Bahkan, budaya juga mampu meningkatkan promosi pariwisata, budaya, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal. Harapan saya nanti acara ini bisa juga dilaksanakan di setiap provinsi,” ujar Lanyalla.

Baca juga: BNPT : Kearifan lokal dapat cegah berkembangnya paham radikal

Baca juga: Akademisi: Pengamalan kearifan lokal mampu tangkal konflik sosial

Baca juga: Mendikbud ajak masyarakat lestarikan permainan tradisional

Senator dari Jawa Timur itu menyatakan bahwa penyelesaian dari semua masalah kebangsaan dan kenegaraan haruslah menyentuh aspek mendasar yaitu kebudayaan.

Artinya, upaya pembangunan nasional dan sosial hanya upaya tambal sulam jika gagal menyentuh aspek mendasar.

“Untuk itu kita harus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dari dasar yaitu kebudayaan,” terang Lanyalla.


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar