MUI usulkan materi kutbah terkait pencegahan penyebaran HIV/AIDS

id HIV/AIDS,MUI Kudus

Ketua MUI Kabupaten Kudus Ahmad Hamdani. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan para kiai, ustadz maupun pemilik jamiyah dalam menyampaikan khotbah agar memasukkan materi tentang upaya pencegahan virus HIV/AIDS.

"Agar para kiai, ustadz maupun da'i bisa menyampaikan materi tersebut dalam ceramahnya, perlu disusun materi kutbah tentang pencegahan penularan virus HIV/AIDS," kata Ketua MUI Kabupaten Kudus Ahmad Hamdani di Kudus, Kamis.

Dengan adanya teks khotbah tentang pencegahan HIV/AIDS, dia berharap, nantinya bisa disampaikan pada 1 Desember 2019 yang diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyakit HIV/AIDS.

Tersedianya teks kutbah, dia berharap, bisa dipahami oleh para kiai, ustadz maupun da'i sehingga ketika menyampaikan juga mudah dipahami jamaahnya.

Dalam rangka meningkatkan kepedulian anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kudus, dia berharap, anggotanya tidak hanya diundang saat ada rapat koordinasi KPA, melainkan ada pertemuan secara periodik agar ada rasa kepedulian.

Baca juga: Kudus berkomitmen wujudkan zero HIV/AIDS 2030

Baca juga: Sosialisasikan HIV/AIDS, KPA gandeng Disdik Surakarta-Jateng


Menanggapi permintaan MUI Kudus, Sekretaris KPA Kudus Nurhadi mengungkapkan siap menindaklanjuti permintaan agar disediakan teks kutbah terkait pencegahan HIV/AIDS.

Dalam rangka pencegahan HIV/AIDS, kata dia, tahun sebelumnya juga digelar tata cara pemulasaran jenazah yang menderita penyakit menular yang diikuti para modin.

Pemulasaran jenazah tersebut, kata dia, tidak terbatas untuk jenazah yang menderita HIV/AIDS, melainkan penderita penyakit menular lainnya.

Sekretaris KPA Jateng Zaenal Arifin menyebutkan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS perlu melibatkan banyak pihak.

"Penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh dan mematikan tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak karena sudah tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia," ujarnya.

Hingga sekarang, kata dia, belum ada obat yang bisa menyembuhkan dan vaksin untuk mencegah penularan HIV.

Upaya pencegahanya, kata dia, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan agama dan ketahanan keluarga.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Jateng secara kumulatif dari tahun 1993 hingga Juni 2019 mencapai 27.538 kasus, meliputi HIV sebanyak 15.621 kasus dan AIDS sebanyak 11.917 kasus dan meninggal mencapai 1.818 kasus.

Sementara estimasi KPA Nasional untuk Jateng tahun 2012 mencapai 47.514 kasus.

Jateng sendiri menempati urutan lima dari 10 provinsi di Indonesia dalam kasus AIDS terbanyak hingga bulan Juni 2019.

Penderita paling tinggi ditemukan pada kelompok umur 30-34 tahun dan paling dominan merupakan berjenis kelamin laki-laki mencapai 64 persen, sedangkan berdasarkan pekerjaan paling dominan merupakan wiraswasta, meskipun ada pula dari kalangan PNS, TNI/Polri serta mahasiswa.*

Baca juga: KPA Papua bagikan 1.000 buku tabungan untuk relawan HIV/AIDS

Baca juga: 22 orang warga Baturaja positif menderita HIV AIDS

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar