Persipura bagi 2000 bunga peduli Wamena dan Nduga

id persipura jayapura, kedamaian Papua,wamena terkini, Nunga

Tim Persipura Jayapura membagi-bagikan bunga, air mineral dan pembatas buku sebagai bentuk kepedulian atas peristiwa Wamena dan Nduga di perempatan Taman Imbi Jayapura pada Senin sore (14/10/2019). ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/am.

Jayapura (ANTARA) - Tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura membagikan 2000 tangkai bunga, air mineral dan pembatas buku kepada masyarakat serta para pengguna jalan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian atas tragedi Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Nduga, Senin.

Kegiatan bagi-bagi bunga ini dilaksanakan di tiga titik, yakni di lampu merah Bandara Sentani, Lingkaran Abepura dan perempatan Taman Imbi Jayapura, yang dilakukan oleh semua anggota tim dan manajemen Persipura.

Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago di Jayapura, Senin, mengatakan meskipun aktivitas bagi-bagi bunga ini merupakan kegiatan kecil, diharapkan dapat berdampak bagi situasi keamanan Tanah Papua.

"Kami senang bisa berinteraksi dengan masyarakat dan keluarga besar Persipura dalam rangka Papua damai dimana maknanya sangat besar sekali," katanya.

Menurut Jacksen, semoga dengan kegiatan ini semua pihak bisa rukun, bersatu dan hidup damai seperti dulu lagi di Tanah Papua.

Senada dengan Jacksen F. Tiago, Asisten Manajer tim Persipura Jayapura Bento Madubun mengatakan kegiatan ini sudah lama hendak dilakukan, namun masih mencari waktu yang tepat ditambah dengan masukan dari rekan wartawan kemudian dirumuskan dan akhirnya terealisasi.

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," katanya.

Dia menambahkan misalnya air mineral melambangkan kelegaan dan kejernihan, dimana pihaknya berharap setelah ini Papua dapat kembali pada kedamaian, lalu pembatas buku berarti menyudahi halaman lama dan membuka lembaran baru sedangkan bunga bermakna kasih sayang yang dipancarkan tim Persipura kepada masyarakat.

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar