Korban gempa Sigi mulai nikmati dana stimulan pembangunan rumah rusak

id SIGI,PEMKAB SIGI,PADAGIMO,STIMULAN,pembangunan rumah

Kondisi rumah penerima stimulan untuk kategori rusak berat yang dibangun kembali dengan menggunakan dana hibah. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Korban gempa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai menikmati manfaat dana stimulan bagi rumah rusak berat, sedang dan ringan setelah setahun lebih tidak memiliki tempat tinggal permanen.

"Alhamdulillah, rumah sudah dibangun pakai dana stimulan," ucap salah satu korban gempa Sigi penerima stimulan, Hariati, di Sigi, Ahad.

Hariati merupakan penerima stimulan kategori rumah rusak berat dengan nilai bantuan Rp50 Juta yang dimanfaatkan untuk membangun kembali tempat tinggal untuk berteduh.

Dengan dana tersebut, pembangunan rumah dilangsungkan di lahan sendiri atau lahan bekas rumah terdampak gempa 28 September 2018 lalu.

Kini ia bersama anak-anaknya mulai menempati rumah tersebut secara perlahan-lahan dan akan melanjutkan pembangunan rumah secara swadaya.

"Yang penting sudah ada rumahnya, nanti kalau diperbesar atau menambah kamar dan lain-lain nanti diusahakan sendiri," katanya.

Baca juga: Kampung untuk penyintas gempa di Sigi dibangun BPKH-Rumah Zakat

Baca juga: Sejumlah warga korban gempa Sigi memilih bangun rumah darurat

Baca juga: Pemkab Sigi bantu robohkan rumah korban gempa


Pantauan ANTARA di Kecamatan Sigi Biromaru, sebagian besar pembangunan rumah kategori rusak berat telah mencapai tahap penyelesaian (finishing), bahkan ada yang telah menempati rumah dengan bantuan tersebut.

Sebagian rumah yang dibangun berbentuk semi permanen dan sebagian permanen. Bahkan, ada sebagian warga atau korban yang menggunakan dana sendiri sebagai tambahan karena ingin memperbesar rumah sesuai kebutuhan rumah tangga.

Sebelumnya Kementerian Keuangan telah menandatangani bantuan hibah kepada tiga bupati dan satu walikota sebesar Rp1,9 triliun untuk membantu perbaikan bangunan di Palu, Sulawesi Tengah akibat gempa bumi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengemukakan keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan masing-masing akan mendapatkan uang bantuan berturut-turut senilai Rp50 juta, Rp25 juta, dan Rp10 juta.

Data BNPB untuk program in situ (pembangunan di tempat kejadian) hibah ke daerah sebanyak 85.763 rumah yang terdiri dari 15.448 unit rusak berat, 27.706 rumah rusak sedang, dan 42.609 rumah rusak ringan.

Selain itu terdapat bantuan in situ dari luar negeri yakni sebanyak 4.522 unit rumah, dimana 60 unit rumah sudah dibangun dan 3.000 unit rumah sedang dalam tahap pembangunan.

Kemudian untuk program bantuan relokasi rumah berjumlah 11.463 unit, yang diberikan dari berbagai lembaga yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 8.788 unit rumah, AHA Center sebanyak 75 unit rumah, Mayapada sebanyak 100 unit rumah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.500 unit rumah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sigi, segera merealisasikan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp568 miliar untuk percepat pemulihan.

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapatta di Palu, Rabu, mengatakan Pemkab Sigi mempercepat proses rehab-rekon dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Pusat, agar daerah-daerah yang parah terdampak bencana segera pulih.

"Kita upayakan dana hibah yang telah masuk ke APBD segera direalisasikan dalam waktu empat bulan," ucap Irwan Lapatta.*

 
Kondisi rumah penerima stimulan untuk kategori rusak berat yang dibangun kembali dengan menggunakan dana hibah (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Kondisi rumah penerima stimulan untuk kategori rusak berat yang dibangun kembali dengan menggunakan dana hibah (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar