APJATI jajaki peluang kerja PMI di Tiongkok

id pekerja migran Indonesia yang kompeten, peluang kerja di Tiongkok, Menaker Ida Fauziyah, Ketua Umum APJAT

Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah (tengah) usai pembukaan Rakernas APJATI di Jakarta, Senin. (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Ayub Basalamah mengatakan saat ini pihaknya sedang menjajaki peluang kerja untuk pekerja migran Indonesia (PMI) di Tiongkok.

"Sudah ada pembicaraan bisnis antara kami dan Tiongkok. Mereka tertarik untuk mempekerjakan PMI di sana," ujar Ayub usai pembukaan Rakernas APJATI di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan sejumlah peluang kerja untuk PMI yang ada di Tiongkok seperti anak buah kapal hingga perawat manula. Menurut Ayub, Tiongkok memerlukan tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: Menaker buat skema pelatihan untuk calon pekerja migran

"Saat ini kami sedang membicarakan kurikulum pelatihan yang akan diberikan pada calon PMI yang mau berangkat ke Tiongkok. Sehingga dalam waktu dekat, bisa dibuka oleh pemerintah," kata dia.

Ayub juga menambahkan ke depan, asosiasi akan memiliki tanggung jawab untuk membekali calon PMI dengan berbagai keahlian. Sebelumnya, tanggung jawab itu diserahkan pada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI).

Namun dengan adanya UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, kewajiban memberikan pelatihan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, pusat dan asosiasi.

"Ke depan, PMI yang ke luar negeri merupakan PMI yang benar-benar kompeten," kata dia.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta agar APJATI sebagai asosiasi PPPMI yang besar dan senior, diharapkan mampu menjadi contoh bagi asosiasi lainnya, serta dapat membantu memberikan inovasi yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya, seperti turut membantu membuka peluang kerja sektor formal, komunikasi intensif dengan semua pemangku kepentingan,dan lain sebagainya.

"Kami berharap acara Rakernas ini dapat memberikan umpan balik yang positif bagi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan, demi terciptanya tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia dan anggota keluarganya yang lebih baik," kata Menaker.*

Baca juga: Menaker: Pemda belum siap berikan pelatihan pada calon pekerja migran
Baca juga: Apjati dorong penyiapan pekerja migran terampil
Baca juga: Apjati minta pembangunan SDM unggul perhatikan pekerja migran


 

Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar