Pemkot Bogor apresiasi kunjungan DPR RI ke Bogor terkait program KB

id Kampung KB di Bogor,Komisi IX DPR berkunjung ke Bogor,Balai Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Sri Rahayu (kiri), pada kunjungan spesifik Komisi XI DPR RI ke Balai Kota Bogor. (Antaranews/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi kunjungan Komisi IX DPR RI yang memilih Kota Bogor sebagai lokasi peninjauan untuk percontohan akselerasi pelaksanaan program keluarga berencana (KB).

"Kota Bogor dinilai, memiliki capaian prestasi yang baik dalam pelaksanaan program KB," kata Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat.

Dedie mengatakan hal itu, menanggapi kunjungan spesifik Komisi IX DPR RI ke Balai Kota Bogor, Kamis (13/2), untuk menggali informasi lebih dalam mengenai akselerasi pelaksanaan program KB di Kota Bogor. Delegasi Komisi IX DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu, dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dedie A Rachim menjelaskan, soal akselerasi pelaksanaan program KB, Pemerintah Kota Bogor telah membangun sebanyak 26 Kampung KB sejak 2016, setelah Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar di seluruh Indonesia membangun Kampung KB.

Baca juga: Komisi IX DPR nilai Program KB di Kota Bogor sudah berjalan baik

Baca juga: Kampung KB tingkatkan kualitas masyarakat Bogor

Baca juga: Menekan angka kematian ibu dan bayi menjadi nol


"Alhamdulillah Kampung KB itu masih eksis dan masih terus berjalan berkesinambungan sampai saat ini. Kampung KB ini cukup efektif pada pengendalian kependudukan dan kegiatan lainnya terkait KB," kata Dedie.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menilai, program KB di Kota Bogor telah berjalan baik, terbukti dengan adanya Kampung KB, yakni program KB yang berjalan berkesinambungan dan bukan seremonial.

"Kota Bogor itu dekat dengan Jakarta. Di Kota Bogor banyak inovasi dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) pada program keluarga berencana," katanya.

Menurut Nihayatul, Kampung KB ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain untuk membuat Kampung KB. "Bahwa, kampanye KB itu tidak hanya sebatas dua anak lebih baik, tapi harus menyentuh pada semua aspek," katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, keberhasilan program KB itu bukan hanya pada hasilnya yakni dua anak lebih baik, tapi ada indikator lain, seperti angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB).

Namun, dalam dialog dengan jajaran Pemerintah Kota Bogor, Komisi IX DPR RI menilai, belum mendapat jawaban yang jelas soal AKI dan AKB tersebut.

"Meskipun belum mendapat penjelasan dalam dialog, kami berharap mendapatkan jawaban secara tertulisnya nanti. Karena AKB dan AKI ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program KB ini," katanya.

 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar