Pemkab Parigi Moutong bantu pendidikan anak nelayan

id Perikanan parigi moutong, nelayan, pendidikan, parigi moutong

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Parigi Moutong, Yuliana. (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah memberikan bantuan pendidikan kepada anak nelayan di kabupaten itu khususnya pada jenjang pendidikan perguruan tinggi.

"Pemerintah mengintervensi melalui program fasilitasi pendidikan masyarakat pesisir. Program ini merupakan kerja sama antara Pemkab Parigi Moutong dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Parigi Moutong, Yuliana Ngkuno, di Parigi, Rabu.

Yuliana menjelaskan, dari kerja sama itu maka pemerintah kabupaten melalui Dinas Perikanan setempat menandatangani perjanjian kerja sama dengan lembaga penyelenggara pendidikan perguruan tinggi yang sudah di tunjuk pemerintah pusat.

Kerja sama yang sudah dibangun sekitar tujuh tahun mulai 2012 hingga sekarang pemerintah menyiapkan tiga perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Akademik Perikanan Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur dan Akademik Perikanan Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Sedikit anak nelayan Jakarta raih pendidikan tinggi

Jaminan diberikan pemerintah daerah bukan hanya sebatas pembiayaan administrasi perkuliahan, tetapi tempat tinggal selama melaksanakan studi termasuk pendaftaran masuk perguruan tinggi perikanan menjadi tanggungan Pemkab Parigi Moutong.

"Saat ini sudah ratusan anak-anak pesisir yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi perikanan, dengan harapan ketika mereka menyelesaikan studi dapat membantu memajukan daerah melalui sektor kelautan dan perikanan," ujarnya.

Dia memaparkan, mereka yang masuk perguruan tinggi perikanan melalui jalur umum tetap mengikuti sejumlah rangkaian tes sebagai syarat mutlak, mulai dari seleksi administrasi hingga tes wawancara.

Berbeda dengan jalur prestasi atau siswa yang masuk kategori istimewa, mereka tidak melalui tes tertulis, langsung mengikuti tes fisik serta wawancara dan proses seleksi dilaksanakan di daerah.

"Tahun 2019 tercatat sudah sekitar 72 mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi perikanan," kata dia menambahkan.

Menurut dia, intervensi pemerintah terhadap nelayan di kabupaten itu bukan hanya sebatas jaminan sosial, bantuan alat tangkap untuk mendukung kegiatan melaut maupun jaminan asuransi kecelakaan kerja, tetapi pemberdayaan pendidikan juga menjadi prioritas sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Bantuan kepada nelayan sangat komplit. Kami harap bantuan-bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin," ujar Yuliana.

Baca juga: Rumah pintar untuk cerdasakan anak nelayan Muara Angke

Pewarta : Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar