Angin puting beliung rusak rumah warga di Madiun

id rumah roboh,angin kencang,angin puting beliung,hujan deras,musim hujan,BPBD Madiun,POlsek Dolopo,cuaca buruk,kabupaten amdiun,madiun,jatim,jawa timur

Korban bencana alam angin puting beliung, Mbah Somi dan cucunya mengungsi ke rumah tetangga karena rumahnya rusak nyaris roboh, Kamis (12/3/2020). ANTARA/Louis Rika

Madiun (ANTARA) - Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis dan merusak rumah warga setempat hingga bangunannya roboh nyaris rata dengan tanah.

Data BPBD Kabupaten Madiun mencatat, angin puting beliung terjadi di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, dan merobohkan rumah Mbah Somi yang tinggal di rumah tua tersebut bersama empat cucunya.

"Warga dibantu petugas dari TNI dan Polri setempat bergotong royong memperbaiki rumah yang roboh dan mengevakuasi sejumlah barang yang masih bisa digunakan," ujar Wakapolsek Dolopo Iptu Bekti kepada wartawan, Kamis.

Baca juga: Gunungsitoli-Sumut kembali dilanda angin puting beliung
Baca juga: Angin kencang landa Pontianak, dua korban dirawat tertimpa dahan


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Padahal saat kejadian, Mbah Somi tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya yang sakit dan terbaring lemas di dalam rumah.

Salah satu cucunya sempat meminta tolong warga sekitar untuk mengevakuasi neneknya tersebut mengungsi ke rumah tetangganya yang aman. Hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi rumah yang rusak parah.

Iptu Bekti menjelaskan, saat kejadian, hujan deras sedang mengguyur wilayah Dolopo yang disertai dengan angin kencang. Kondisi rumah Mbah Somi yang sudah tua dan lapuk, membuat bangunannya tak kuat menahan terpaan angin kencang.

Baca juga: Belasan rumah di Pontianak rusak diterjang angin puting beliung
Baca juga: Puluhan rumah rusak di Karawang disapu angin puting beliung


Akibat dari kejadian tersebut, korban menderita kerugian materiil sekitar Rp50 juta. Untuk sementara, Mbah Somi bersama keempat cucunya, harus mengungsi di rumah tetangganya yang lebih aman.

Pihak BPBD dan kepolisian setempat mengimbau warga untuk waspada, karena diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya hingga akhir Maret nanti.

Kondisi tersebut rawan terjadi bencana hidrometeorologi. Seperti angin puting beliung, tanah longsor, banjir, dan banjir bandang. Warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk selalu waspada.

Baca juga: Langkisau robohkan rumah di Desa Cimrutu Cilacap
Baca juga: Angin puting beliung hancurkan belasan rumah di Malaka NTT
Baca juga: Angin kencang rusak belasan rumah di Pamekasan

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar