GP Ansor siap jadi relawan COVID-19

id Banser,covd-19,corona,penanganan corona,virus corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pengarahan kepada pengurus PC GP Ansor Kabupaten Tegal yang baru saja dilantik. (ANTARA/HO-GP Ansor)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan penetapan kasus COVID-19 sebagai bencana nasional nonalam sudah tepat sehingga pihaknya akan mendukung sepenuhnya pemerintah dalam penanganan corona.

"Jika memang diperlukan relawan, GP Ansor akan menerjunkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Husada atau Basada," kata Gus Yaqut kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Basada adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan dan norma hidup sehat bagi masyarakat.

Baca juga: Padang siapkan 1.000 relawan mitigasi corona
Baca juga: Buat masker antisipasi COVID-19, Relawan Muda Riau galang donasi


Kinerja relawan Banser, kata dia, tentu harus mendapat izin dari institusi yang berwenang, memiliki kompetensi, kualifikasi dan keahlian yang diperlukan atau telah mendapat pelatihan khusus dari institusi kesehatan maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut dia, keberadaan relawan sangat diperlukan pada situasi bencana, terlebih kasus COVID-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional nonalam dan oleh WHO dikategorikan sebagai pandemi global.

Keberadaan relawan, lanjut dia, bisa berupa individu maupun kelompok organisasi yang secara sukarela memberikan bantuan tenaga dalam pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.

Yaqut mengatakan keberadaan relawan diyakini akan sangat membantu mempercepat atau meringankan tugas tenaga medis dan BNPB. Mengingat juga, pelayanan dalam kasus COVID-19 memerlukan kesigapan dan pelayanan yang cepat dalam meminimalisasi dampak.

Baca juga: Ruang disinfeksi disiapkan di pintu masuk Istana
Baca juga: Penumpang pesawat asal Malaysia dilarikan ke RSUP M Djamil Padang


Tugas relawan, kata dia, bisa tidak secara langsung bersentuhan dengan pasien atau memberikan pelayanan langsung di bidang medis tapi juga bisa ditempatkan di unit-unit pelayanan informasi atau mengorganisasi pekerjaan nonmedis.

"Relawan bisa ditempatkan untuk membantu dalam bidang pelayanan komunikasi, publikasi, sosialisasi ke masyarakat, menjadi narahubung nonteknis, berhubungan dengan jejaring kemitraan relawan di tingkat pusat, daerah, regional maupun internasional. Selain itu, bisa juga mengkoordinasi rapat-rapat, mendukung pelayanan data base dan lain-lain," katanya.

Sementera itu, dia mengatakan setuju dengan BNPB bahwa diperlukan percepatan penanganan kasus COVID-19 agar virus tidak menyebar secara masif dan menyebabkan masyarakat yang sehat tertular virus dengan melibatkan seluruh sumber daya nasional.

"Selain pemerintah pusat dan daerah, peneliti virus, dunia usaha, pakar, saya kira juga diperlukan adanya relawan-relawan yang membantu," kata dia.

Baca juga: Batam liburkan sekolah dua pekan untuk cegah penularan COVID-19
Baca juga: Batam liburkan sekolah dua pekan untuk cegah penularan COVID-19
Baca juga: Tim Penanggulangan COVID-19 Nunukan libatkan tokoh adat

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar