Psikolog: Dampingi anak untuk belajar di rumah

id Virus Corona,COVID-19,Belajar di Rumah,Sekolah DIliburkan,Wanda Anastasia,Psikolog Anak,Klinik Pela 9,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2

Seorang murid Sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Negeri mengerjakan tugas sekolah secara online melalui kiriman video dari gurunya di desa Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.

Jakarta (ANTARA) - Psikolog anak dari Klinik Pela 9 Wanda Anastasia mengatakan orang tua harus ikut mendampingi dan memantau anaknya ketika sekolah meminta murid-muridnya belajar di rumah untuk mendukung program isolasi mandiri mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19.

"Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti tidak ada aktivitas literasi, melainkan tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum," kata Wanda saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Wanda mengatakan selain dari sisi orang tua, guru juga harus proaktif dan kreatif agar bisa melakukan kegiatan belajar dan mengajar yang sama efektif dengan tatap muka di sekolah.

Guru dan orang tua dapat aktif berkomunikasi mengenai strategi belajar karena para siswa mungkin akan mengalami kesulitan terutama untuk pelajaran yang dianggap memerlukan penjelasan dan pemahaman mendalam seperti matematika.

Baca juga: KPAI sarankan orang tua tegas tolak anak tetangga main ke rumah
Baca juga: Belajar di rumah, perilaku disiplin harus dimulai dari orang tua


Saat harus belajar di rumah, orang tua tetap harus menciptakan keteraturan pada anak, meskipun bisa dibuat lebih longgar. Misalnya, bila biasanya bangun pukul 05.00 pagi, saat harus belajar di rumah boleh bangun lebih siang.

"Kemudian dilanjutkan rutinitas seperti biasa, yaitu mandi, makan, dan belajar. Akan lebih baik bila waktu belajar di rumah disesuaikan dengan jam sekolah," tuturnya.

Selesai belajar, makan siang, dan istirahat; anak bisa melakukan kegiatan yang disukai seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau bermain.

"Dalam kondisi social distancing, anak tetap bisa bercengkrama atau bermain dengan temannya melalui video chatting atau permainan daring," katanya.

Baca juga: Jokowi: Saatnya bekerja, belajar, dan beribadah di rumah
Baca juga: COVID-19 jadi materi perdana pelajar Jaktim belajar di rumah


Meskipun bisa memanfaatkan gawai untuk bermain, orang tua tetap harus mengawasi penggunaannya oleh anak-anak. Penggunaan gawai pada anak tetap harus dibatasi.

"Orang tua juga dapat membuat quality time dengan family game night, seperti scrabble, ular tangga, ludo, dan sebagainya," katanya.

Sejumlah daerah sudah meliburkan sekolah dan meminta murid-muridnya belajar di rumah untuk mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19.

Beberapa kementerian/lembaga dan perusahaan juga sudah meminta para pegawainya untuk bekerja dari rumah dengan alasan yang sama.

 Baca juga: KPAI minta orang tua sabar ajari anak di rumah
Baca juga: Gubernur putuskan siswa di Jabar belajar di rumah selama 2 pekan

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar