ODP di Situbondo berkurang jadi 78 orang

id Situbondo, ODP Situbondo,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menjelaskan perkembangan COVID-19 di Kabupaten Situbondo, Senin (23/3/2020). ANTARA/Novi Husdinarianto

Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencatat pada Senin, jumlah warga dengan status orang dalam pemantauan di wilayah itu berkurang dari semula 564 kini menjadi 78 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan dua orang.

"Sebanyak 78 orang dalam pemantauan (ODP) tersebut merupakan warga yang datang dari luar daerah dan mengalami keluhan, seperti pusing, flu dan lainnya," kata Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dalam konferensi pers di Ruang Intelligence Room Pemkab Situbondo, Senin.

Ia menjelaskan 78 ODP itu sudah tidak termasuk anggota DPRD yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke luar daerah dan saat ini semuanya sudah dinyatakan sehat atau tidak masuk dalam daftar ODP.

Sebanyak dua orang yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), menurut dia, saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD dr Koesnadi milik Pemkab Bondowoso yang bertetangga dengan Situbondo.

"Dua orang PDP ini datang dari umrah, dan keduanya tidak datang ke rumah sakit di Situbondo, namun langsung ke Rumah Sakit dr Koesnadi Bondowoso. Sampai hari ini dua orang PDP belum ada pernyataan resmi, karena masih dalam observasi. Harapan kami keduanya negatif COVID-19," tuturnya.

Baca juga: Total 763 orang, jumlah ODP COVID-19 di Sumut naik 35 persen

Menyikapi maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, pihaknya akan mempertegas dalam rangka mengurangi dan meniadakan sementara kegiatan berkumpul warga atau menjaga jarak sosial, sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat terkait dengan kegiatan-kegiatan berkumpulnya warga, termasuk kegiatan keagamaan kami akan koordinasikan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah telah memperpanjang bagi seluruh pelajar untuk belajar di rumah hingga 5 April 2020, dan selanjutnya akan dilihat perkembangannya.

Dia mengatakan selain memperpanjang siswa belajar di rumah, para guru sekolah juga diminta untuk bekerja dari rumah.

"Sebelumnya kan pelajar yang belajar di rumah, mulai hari ini hingga 5 April mendatang, guru juga bekerja di rumah," katanya.

Bupati Dadang Wigiarto menambahkan untuk rencana aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Situbondo bekerja di rumah, khususnya yang tidak mempunyai ruang kerja khusus, sampai saat ini sedang diatur teknisnya.

"Satgas COVID-19 Situbondo, saat ini sudah koordinasi untuk membentuk satgas desa, untuk memantau penanganan virus ini, dan menghidupkan posyandu serta sosialisasi pola hidup sehat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di tingkat desa hingga RT/RW," ujarnya.

Baca juga: Ganjar: Pemeriksaan cepat COVID-19 berdasarkan jumlah ODP
Baca juga: Satgas corona: Jumlah ODP di Sampang bertambah
Baca juga: 1001 Orang Masuk Daftar ODP Dinkes Kalbar Terkait Covid-19

Pewarta : Masuki M. Astro/Novi Husdinarianto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar