Pemerintah Kabupaten Agam periksa penumpang bus dari luar Sumbar

id Agam,Sumbar,COVID-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Agam sedang melakukan pendataan penumpang bus AKAP dari Jakarta, Minggu (29/3). (ANTARA/HO)

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan pendataan dan pemeriksaan suhu tubuh penumpang bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk ke daerah itu untuk mencegah penyebaran wabah Corona Virus Disease (COVID-19).

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah COVID-19 Agam, Muhammad Lufi Ar di Lubukbasung, Minggu, mengatakan pendataan itu dilakukan di daerah perbatasan antara Kabupaten Agam dengan Padang Pariaman tempatnya di Gasan Ketek, Kecamatan Tanjungmutiara.

"Seluruh penumpang didata dan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim gabungan dari Satgas BPBD Agam, Satpol PP Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan lainnya," katanya.

Baca juga: RS Darurat Wisma Atlet kini rawat 389 pasien COVID-19

Ia mengatakan pendataan dan pemeriksaan suhu tubuh penumpang bus itu dilakukan semenjak Sabtu (28/3) dini hari. Dari Sabtu (28/3) sampai Minggu (29/3) pagi, enam bus AKAP dari Jambi dan Jakarta masuk ke daerah itu.

"Penumpang itu telah didata dan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim gabungan dan mereka diminta untuk tidak ke luar rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam ini.

Ia menambahkan pendataan dan pemeriksaan suhu tubuh penumpang itu dilakukan dalam mencegah wabah COVID-19.

Ini mengingat bahwa sebagian mereka berasal dari daerah terpapar COVID-19 seperti, Jakarta, Jawa Barat dan lainnya.

"Mereka akan dipantau oleh tim medis Puskesmas," katanya.

Baca juga: Peneliti minta situs arkeologi Papua ditutup cegah COVID-19

Tim gabungan juga menyemprotkan cairan disinfektan di perkantoran, tempat ibadah, tempat umum, panti asuhan dan lainnya.

Selain itu, tim dari nagari atau desa adat juga menyemprotkan cairan disinfektan.

"Penyemprotan itu kita lakukan setiap hari dengan cairan disinfektan racitan BPBD setempat," katanya.

Lutfi mengimbau warga diminta untuk tidak keluar rumah sementara waktu dan hindari kerumunan dengan orang banyak.

Bagi yang baru ke luar rumah, segera mengganti pakaian dan mandi. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari dalam menjaga daya tahan tubuh.

Apabila sakit, segera berobat ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat. Petugas kesehatan akan memantau, memeriksa, mengobati dan merujuk pasien itu. ***3***


Baca juga: Wali Kota Denpasar : Masyarakat tak pulang kampung antisipasi COVID-19
Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Batam layani warga melalui 112
Baca juga: Update COVID-19: 1.285 positif, 64 sembuh dan 114 meninggal


Pewarta : Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar