Tim KBR Polda NTB semprot disinfektan di kawasan rumah PDP

id penyemprotan disinfektan,tim kbr,polda ntb

Petugas dengan mengenakan baju hamzat dari atas kanopi kendaraan dinas Tim KBR Satbrimobda NTB menyemprotkan cairan disinfektan ke arah toko kelontong milik warga di Lingkungan Gapuk, Dasan Agung, Mataram, NTB, Selasa (31/3/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (ANTARA) - Tim Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar kawasan rumah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikabarkan meninggal pada Jumat (27/3) lalu.

"Wilayah itu (kawasan rumah PDP) memang jadi sasaran penyemprotan kami hari ini," kata Direktur Samapta Polda NTB Kombes Pol Subandi di Mataram, Selasa.

Dari pantauan ANTARA, sekitar pukul 10.00 Wita, dua kendaraan dinas milik Polri yang salah satunya dari Tim KBR Satbrimobda NTB masuk ke jalan lingkungan di wilayah Dasan Agung, Kota Mataram.

Baca juga: Empat PDP di NTB meninggal dunia
Baca juga: Warga berstatus ODP COVID-19 di NTB diminta patuhi anjuran pemerintah


Penyemprotan cairan disinfektan dimulai dari Jalan Gunung Siu, berlanjut ke Jalan Gunung Pengsong, sampai ke Jalan Aneka yang tembus ke jalur perkotaan di Jalan Udayana.

Deretan rumah dan toko kelontong milik warga yang berada di kanan kiri jalan lingkungan menjadi sasaran penyemprotan tim KBR.

Selain melakukan penyemprotan, pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap berada di rumah dan tetap menjaga kesehatan diri, keluarga dan juga lingkungan.

Baca juga: Antisipasi COVID-19, NTB perpanjang libur sekolah sampai 13 April
Baca juga: PDP Mataram meninggal miliki riwayat perjalanan dari Jakarta


"Pada intinya kita 'all out' melawan virus corona. Dengan kegiatan ini, kita harap apa yang jadi pandemi itu bisa kita cegah," ujarnya.

Berdasarkan data perkembangan kasus COVID-19 di Kota Mataram dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram tertanggal 30 Maret 2020, pukul 14.00 Wita, tercatat status PDP sebanyak 18 orang.

Dari 18 orang tersebut, delapan orang sudah selesai pengawasan dan 10 orang masih pengawasan, sedangkan status orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 161 orang, dengan rincian 51 selesai pemantauan dan 110 masih dalam pemantauan.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar