Mensos minta BUMN ikut salurkan bantuan sosial

id Mensos,BUMN,COVID-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menerima bantuan penanganan COVID-19 dari Kementerian Sosial dan donatur berupa 20.000 alat pelindung diri (APD), di Jakarta, Selasa (7/4/2020). ANTARA/HO-Kementerian BUMN.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari Batubara meminta agar BUMN ikut membantu dalam penyaluran bantuan sosial melalui jaringan yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara.

"Saya minta Pak Erick dengan seluruh jaringan Kementerian BUMN untuk membantu kita supaya kita, saat ekonomi yang sedang sangat-sangat down seperti saat ini. Sudah sering bersinergi lewat bank Himbara, Bulog, PT Pos, dulu pernah juga," ujar Juliari dalam jumpa pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir melalui video konferensi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi salah satu kementerian yang cukup sibuk di tengah mewabahnya COVID-19. Kemensos harus mengeksekusi beberapa program jaring pengaman sosial baik yang terkait dengan wabah COVID-19 maupun di luar itu.

"Kita sedang mendiskusikan, sinergi untuk penyaluran bansos, baik itu sembako maupun BLT, kita akan memberikan BLT ke hampir 9 juta keluarga di seluruh Indonesia dan sekitar 3,5 juta jiwa di Jabodetabek," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Juliari juga menyampaikan pihaknya memberikan sumbangan 20.000 alat pelindung diri (APD) kepada Rumah Sakit BUMN untuk mendukung tenaga kesehatan dalam menangani COVID-19.

"Tentunya ini adalah wujud sinergitas dan saling mendukung, saling gotong-royong dalam bencana pandemi global COVID-19 ini," ucapnya.

Ia mengatakan pemberian bantuan itu sesuai dengan arahan Presiden untuk memfokuskan kembali (refocusing) dan merealokasi anggaran.

"Kami juga nanti akan menyerahkan sebagian bantuan ke BNPB, kita harapkan bantuan Kemensos bisa mendukung operasional daripada RS-RS BUMN dan mudah-mudahan bisa mempercepat penanganan COVID-19 di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan APD itu nantinya akan diserahkan kepada Rumah Sakit BUMN yang menjadi rujukan sebagai RS Darurat Penanganan COVID-19.

Saat ini, lanjut dia, Kementerian BUMN tengah mengoptimalkan 35 RS BUMN yang telah menjadi RS rujukan penanganan COVID-19 dengan kapasitas kamar rawat inap sebanyak 2.441 dan ICU 611.

"Kita harus bahu membahu mengatasi tantangan dinamis dalam penanganan pandemi COVID-19. Apabila kita semua kompak, bersama satu visi, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, maka insya Allah kita mampu melalui pandemi global ini dengan sangat baik," katanya.

Baca juga: Presiden ingatkan pencairan bantuan sosial COVID-19 agar tepat sasaran
Baca juga: Pemerintah gelontorkan bantuan sosial untuk redam pemudik dari Jakarta
Baca juga: Jokowi sebut di DKI ada 3,6 juta warga butuh bansos hadapi COVID-19


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar