Pemudik bersepeda motor terlanjur pulang bakal dikarantina di rusunawa

id pemudik bersepeda motor, terlanjur pulang, bakal dikarantina di Rusunawa,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 20

Pelaksana tugas Bupati Kudus, M Hartopo, bersama kepala Polres Kudus dan letua DPRD Kudus saat mengunjungi rusunawa di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2020). ANTARA/Akhmad Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal mendatangi pemudik bersepeda motor yang terlanjur pulang ke rumah untuk dikarantina terlebih dahulu di rumah susun sederhana sewa setempat demi mencegah penyebaran penyakit virus Corona.

"Kami meminta tingkat RT dan RW berkoordinasi untuk mendeteksi apakah ada warganya yang baru mudik dari luar kota menggunakan sepeda motor untuk dilaporkan agar bisa dikarantina terlebih dahulu," kata Pelaksana tugas Bupati Kudus, M Hartopo, di sela-sela mengunjungi kesiapan Rusunawa di Desa Bakalan Krapyak sebagai tempat karantina di Kudus, Sabtu.

Baca juga: Bantul siapkan rumah isolasi warga yang mudik dari luar daerah

Ia mengungkapkan sudah menyiapkan empat lokasi karantina bagi orang dalam pemantauan (OPD).

Baca juga: Gubernur Sumsel ikuti pemerintah pusat soal karantina wilayah

Ketiga tempat tersebut, yakni rusunawa, Graha Muria Colo, Balai Diklat Menawan, serta ada pihak swasta yang juga menyiapkan tempat karantina.

Rusunawa dengan kapasitas 96 kamar tersebut, diklaim sudah siap ditempati pemudik untuk masa karantina selama 14 hari.

Selain dilengkapi dengan akses masuk tersendiri dengan penghuni Rusunawa, juga dilengkapi tempat cuci tangan serta pembatas antara gedung empat dengan gedung 1,2 dan 3 sehingga tidak ada peluang anak penguhuni bermain hingga lokasi karantina.

Ketika sudah ada yang dikarantina, maka tim medis hingga petugas keamanan akan disiagakan selama 24 jam guna mengawasi dan memonitor pemudik yang menjalani masa isolasi selama 14 haru.

Petugas yang berada di tempat karantina tersebut, juga akan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap saat menjaga para ODP.

Petugas yang diterjunkan, yakni dari Satpol PP, kepolisian, perawat, dan dokter. 

Baca juga: Gubernur Jatim minta kepala desa pantau isolasi mandiri pemudik

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar