Inggris beli 25 juta jas pelindung medis dari China

id alat pelindung diri,APD,jas pelindung medis,APD dari China,petugas medis hadapi COVID-19,persediaan APD Inggris,Inggris beli APD China

Para petugas medis bertepuk tangan di luar Rumah Sakit Chelsea dan Westminster menyambut aksi tepuk tangan dari warga untuk pekerja NHS (Layanan Kesehatan Nasional) yang bertugas menangani wabah COVID-19 di London, Inggris (16/4/2020) waktu setempat. ANTARA/Xinhua/Tim Ireland/aa.

London (ANTARA) -
Pemerintah Inggris telah membeli 25 juta jas pelindung medis dari China dan sedang berupaya mencari lebih banyak pasokan pakaian pelindung medis dari seluruh dunia.

Upaya itu dilakukan pemerintah setelah beberapa rumah sakit memperingatkan bahwa persediaan mereka semakin menipis, kata Menteri Kebudayaan Oliver Dowden, Senin.

"Kami telah membeli 25 juta jas pelindung medis dari China, yang akan segera masuk ke Inggris. Kami sedang berupaya untuk mendapatkan persediaan (dari negara-negara) di seluruh dunia," ujar Dowden kepada LBC Radio.

Pemerintah Inggris juga mengatakan pihaknya memperkirakan 400.000 jas pelindung medis akan tiba dari Turki. Jas pelindung itu dikenakan oleh para petugas medis untuk melindungi mereka dari paparan virus corona baru selama bekerja di rumah sakit.

Baca juga: Krisis APD, Inggris sarankan dokter perawat COVID-19 tanpa gaun medis
Baca juga: Inggris tunjuk mantan ketua Olimpiade untuk tingkatkan produksi APD


Sebelumnya, Pemerintah Inggris telah menghadapi kritik keras dari dokter dan petugas kesehatan karena kekurangan peralatan pelindung diri, termasuk masker, penutup muka, dan jas pelindung.

Pemerintah juga dikritik karena menyarankan bahwa beberapa jenis alat pelindung diri (APD) mungkin harus digunakan kembali jika persediaan habis.

Pemerintah dan badan perdagangan Inggris menyebut persaingan permintaan untuk persediaan APD dari negara-negara lain, yang juga dilanda krisis kesehatan global, sebagai alasan utama Inggris mengalami kekurangan APD. Banyak barang APD yang umumnya dibeli dari China.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dokter di Pakistan wafat, tenaga medis protes alat pelindung kurang
Baca juga: AS minta China revisi aturan ekspor APD corona

 

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar