Produsen pangan segar mulai beralih ke ranah bisnis digital

id Produsen pangan segar,bisnis online,e-commerce,covid-19

Produsen pangan segar mulai beralih ke ranah bisnis digital (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Produsen pangan segar yang memproduksi susu, daging, dan bakso sapi mulai beralih ke ranah bisnis digital di tengah pandemi COVID-19 yang mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan jasa e-commerce.

Direktur Komersial PT Great Giant Livestock Dayu Ariasintawati di Jakarta, Minggu, mengatakan perusahaannya merupakan salah satu produsen pangan segar yang beralih memenuhi kebutuhan konsumen melalui layanan online sekaligus ingin membuktikan bahwa e-commerce menjanjikan.

“Perubahan pola konsumen menjadi tantangan tersendiri, terutama produk segar seperti daging, bakso, dan susu yang tidak menggunakan bahan pengawet serta harus disimpan dalam keadaan frozen dan chill supaya tetap sampai dalam keadaan dingin dan kondisi terbaik ke konsumen. Ini tantangan bisnis tersendiri ketika pandemi,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berekspansi bisnis karena ingin memenuhi kebutuhan konsumen yang kini lebih banyak beralih menggunakan e-commerce.

Pihaknya mulai memasarkan produk berupa susu segar , daging sapi, dan bakso sapi  melalui kanal marketplace online.

“Selain itu juga tersedia layanan ‘Home Delivery’ melalui agen penjualan,” katanya.

Marketing Manager PT Great Giant Livestock Anjani Miranti Putri menjelaskan, saat ini perusahaan dapat mengirim produk susu, daging, dan bakso yang dibeli secara online di area Jakarta dan sekitarnya untuk memudahkan konsumen mendapatkan produk yang dipesan dari rumah.

Produk akan dikirimkan dengan layanan Go-Jek atau Grab untuk pengiriman “sameday service” sehingga konsumen mendapatkan produk tersebut di hari yang sama dengan pemesanan.

“Diharapkan metode bisnis tersebut juga bisa dijalankan di luar kota untuk memenuhi keinginan konsumen,” katanya.

Pihaknya berupaya menyasar segmen konsumen modern dan terus melakukan inovasi mengikuti tren yang terjadi saat ini terutama persiapan strategi perubahan pola konsumen menuju “new normal” karena sekarang konsumen lebih banyak berbelanja dari rumah melalui online.

Menurut Anjani Miranti, melalui layanan e-commerce dapat membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk segar bernutrisi, selain nilai tambah perusahaan untuk dapat terus bersaing dan eksis di pasaran.

“Dengan adanya pandemi seperti ini membuat perubahan pola konsumen semua beralih kepada online,” kata Anjani.

Baca juga: Kementan gandeng produsen pangan jagan ketersediaan pasokan

Baca juga: FAO imbau masyarakat beli makanan dari usaha pangan setempat

Baca juga: LSM berharap pandemi COVID-19 momentum perkuat kedaulatan pangan

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar