Bangkok (ANTARA) - Thailand mengumumkan tujuh kasus baru COVID-19 pada Jumat, kesemuanya merupakan kasus impor terkait warga Thailand yang kembali dari Pakistan pekan lalu.

Mereka telah dibawa untuk dikarantina, ujar juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Taweesin Wisanuyothin.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal akibat corona tidak berubah yaitu tetap 56 orang.

Thailand telah mengonfirmasi total 3.025 kasus sejak wabah virus corona dimulai pada Januari.

Awal pekan ini, Thailand mencatat nol kasus baru untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, saat pemerintah mempertimbangkan untuk lebih melonggarkan aturan pembatasan terhadap bisnis.

"Kita semua dapat merasa lega tetapi jangan terlena," kata Taweesin Wisanuyothin, juru bicara Pusat Administrasi Situasi COVID-19.

"Kita perlu melanjutkan langkah-langkah utama ... mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan menggunakan masker," katanya.

Thailand menemukan kasus perdana COVID-19, dari turis asal China pada 13 Januari.  

Taweesin mengatakan daerah yang masih paling berisiko termasuk Bangkok dan provinsi-provinsi sekitarnya, serta Thailand selatan, yang tercatat sejumlah besar kasus dalam dua pekan terakhir.

Yang menjadi pemicu lonjakan kasus di wilayah selatan negara itu adalah klaster di pusat penahanan imigrasi di Provinsi Songkhla dan di sejumlah provinsi yang berbatasan dengan Malaysia.

Malaysia telah mencatat 6.742 kasus COVID-19 dengan 109 kematian.  


Sumber : Reuters

Baca juga: Thailand laporkan nol kasus baru COVID-19 sejak 9 Maret

Baca juga: Lusinan bank makanan lokal bermunculan di Thailand di tengah wabah

Baca juga: Thailand perpanjang larangan terbang, repatriasi WNI kembali dilakukan


 

Cerita Dubes RI soal COVID-19 di Negeri Gajah Putih


 

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
Copyright © ANTARA 2020