GrabProtect, langkah antisipasi Grab terkait pelonggaran PSBB

id Grab,GrabProtect,Gojek,PSBB,pelonggaran PSBB

Mitra pengemudi Grab akan dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah antara pengemudi dan penumpang saat pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku. ANTARA/HO-Grab Indonesia/aa.

Jakarta (ANTARA) - Grab menyatakan siap mengoperasikan kembali layanan GrabBike dengan menerapkan serangkaian langkah keamanan dan kebersihan GrabProtect sesuai dengan peraturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait keringanan dalam peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Serangkaian langkah ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19 pada layanan transportasi kami," ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam pernyataan tertulis kepada Antara melalui pesan elektronik di Jakarta, Jumat.

Untuk meningkatkan keamanan dan kebersihan dalam setiap perjalanan mitra pengemudi, Neneng mengatakan, Grab memeriksa suhu tubuh sebelum mulai beroperasi dan saat menjalankan tugasnya dengan online health declaration.

Grab mengadopsi praktik kebersihan termasuk mencuci tangan secara teratur, menutup mulut/hidung saat bersin atau batuk, dan membersihkan dan mendisinfeksi kendaraan mitra pengemudi lebih sering.

Baca juga: Tujuh aplikasi untuk pesan makanan berbuka puasa

Baca juga: Pengamat nilai pengaturan ojek daring dikembalikan ke Pemda


Grab juga menghimbau mitra pengemudi untuk membuka kaca jendela setelah melakukan perjalanan untuk meningkatkan ventilasi, serta langsung mengunjungi dokter jika merasa tidak enak badan.

Selain langkah-langkah tersebut, Grab akan meluncurkan dua fitur in-app terbaru (formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan online serta fitur mask selfie) dan fitur pengecekan masker via swafoto (mask selfie) diseluruh pasar Grab mulai akhir bulan Juni.

Grab juga akan mendistribusikan lebih dari 250.000 peralatan kebersihan, seperti hand sanitizer, disinfektan kendaraan, masker wajah, untuk para mitra pengemudi di seluruh kawasan Asia Tenggara.

"Selain itu, kami juga telah membentuk armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect yang dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan mitra pengemudi," kata Neneng.

"Kami juga akan memasang partisi plastik dan mendistribusikan lebih dari 10.000 peralatan kebersihan yang terdiri dari hand sanitizer, desinfektan kendaraan, masker wajah untuk mitra pengemudi GrabCar Protect selama sebulan mendatang," dia melanjutkan.

Dalam beberapa minggu ke depan, Grab juga akan menyiapkan partisi plastik dan menyediakan peralatan kebersihan ini kepada lebih dari 8.000 kendaraan GrabBike.

Baca juga: Wajib jaga jarak, ojek daring dinilai belum boleh bawa penumpang

Baca juga: Pertamina berikan diskon 50 persen untuk ojek online


Dalam menyambut normal baru ini, Neneng mengatakan mitra pengemudi dan penumpang dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai jika salah satu pihak tidak menggunakan masker, dengan memilih "pengemudi/penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask)" sebagai alasan pembatalan.

"Dengan alasan tersebut, kami tidak akan memberikan denda kepada salah satu pihak yang melaporkan," ujar dia.

Selanjutnya, dalam meningkatkan keamanan dan juga kebersihan di setiap perjalanan mitra pengemudi, Grab telah mendirikan lebih dari 40 stasiun sanitasi di Indonesia, termasuk 21 stasiun di Jakarta. Dengan hadirnya stasiun sanitasi ini, para mitra pengemudi dapat membawa kendaraan mereka masing-masing untuk disinfektasi

"Melalui langkah GrabProtect ini, kami berusaha untuk memperkenalkan rutinitas dalam berkendara kepada para mitra pengemudi, mitra pengiriman, serta penumpang kami agar perjalanan lebih aman. Kami juga ingin secara proaktif menegakkan standar kebersihan yang lebih tinggi di industri ride-haling pada era normal baru," ujar Neneng.

"Selain itu, kami juga akan mendukung himbauan pemerintah dalam mewajibkan para penumpang kami untuk membawa helm pribadi. Hal ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap setiap usaha pemerintah dalam menangani dan mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia serta menjaga keamanan dan keselamatan mitra pengemudi dan penumpang," dia menambahkan.

Berdasarkan Jadwal Pembukaan Transisi Fase I yang dipaparkan Pemprov DKI, layanan transportasi dengan sepeda motor termasuk ojek online, GrabBike dan GoRide, dapat membuka 100 persen layanan mulai 8 Juni 2020.

Senada dengan Grab, Gojek juga telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan untuk layanan transportasi GoRide dan GoCar menyambut pelonggaran pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga: Grab restrukturisasi kredit untuk mitra pengemudi

Baca juga: Tokopedia, OVO, dan Grab kumpulkan Rp2,5 miliar donasi sektor informal

Baca juga: Grab luncurkan fitur baru GrabFood untuk Ramadhan

Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar