99 tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit Surabaya kosong

id tempat tidur pasien COVID-19 kosong,rumah sakit,pemkot surabaya,dinkes surabaya,COVID-19

99 tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit Surabaya kosong

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 99 tempat tidur untuk pasien COVID-19 dewasa dan anak-anak yang tersebar di 20 rumah sakit rujukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, saat ini dalam kondisi kosong.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Selasa, mengatakan saat ini masih ada sekitar 92 tempat tidur kosong untuk pasien COVID-19 dewasa dan tujuh untuk anak-anak.

Baca juga: 867 pasien COVID-19 di Surabaya dinyatakan sembuh

"Jadi kalau misalnya mau merujuk sudah tidak ada kesulitan," kata Feny sapaan lekat Febria Rachmanita.

Menurut dia, dengan adanya sisa tempat tidur  yang kosong tersebut, maka tidak ada kesulitan bagi pasien COVID-19 yang harus dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Rapat Forkopimda putuskan Surabaya Raya masa transisi normal baru

Feny menjelaskan untuk jumlah keseluruhan tempat tidur di rumah sakit di Surabaya yang dikhususkan untuk merawat pasien COVID-19 ada 455 yang bertekanan negatif, sedangkan sekitar 300 tempat tidur itu nontekanan negatif atau natural menggunakan exhaust fan.

"Itu (jumlah kumulatif) se-Surabaya. Total 20 rumah sakit rujukan di Surabaya," katanya.

Sementara itu Feny menyebut khusus untuk ruang isolasi di Hotel Asrama Haji tersedia 359 dan saat ini terisi 126. Namun, kata dia, Hotel Asrama Haji ini dikhususkan bagi pasien OTG (orang yanpa gejala) yang terkonfirmasi.

Baca juga: Risma minta warga disiplin terapkan protokol kesehatan pasca-PSBB

"Kalau di RS Husada Utama ada 71 tempat tidur di luar lantai 13-14 yang rencana (penambahan) kurang lebih 200, di luar itu," katanya.

Selama ini, Feny menyatakan bahwa pasien COVID-19 dan nonCOVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan itu dilakukan pemisahan kamar. Hal ini juga berlaku bagi pasien COVID-19 dan nonCOVID-19 yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca juga: BIN lakukan tes cepat terhadap 12.629 warga di Surabaya dan Sidoarjo

"Intinya kita lakukan sudah lama pemisahan itu, termasuk IGD COVID-19 dan nonCOVID-19," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini menambahkan hingga saat ini data kumulatif pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh sebanyak 867 orang. "Khusus untuk hari kemarin (8/6) ada 55 pasien terkonfimasi yang dinyatakan sembuh," katanya.

Baca juga: 123 orang reaktif hasil tes cepat massal di Surabaya

 

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar