Seribu warga di Garut jalani tes usap deteksi COVID-19

id Pemkab Garut, Provinsi Jawa Barat, COVID-19, desa Samida, Selaawi

Sejumlah warga menunggu untuk menjalani tes usap di Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/Ho-Diskominfo Garut)

Garut (ANTARA) - Seribu warga di Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjalani tes usap untuk mendeteksi warga terjangkit COVID-19 ada atau tidak setelah ada delapan orang positif terinfeksi corona di daerah itu.

"Yang di sini seribu (orang), hasilnya bisa diketahui besok (Jumat), nanti akan tahu hasilnya, berharap masyarakat datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan supaya ketahuan bahwa daerah sini aman," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat meninjau langsung pemeriksaan tes usap di Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kamis.

Baca juga: Garut buka lagi semua objek wisata hari ini, kecuali kolam renang

Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Garut bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pemeriksaan tes usap bagi seribu warga di Desa Samida, khususnya di Kampung Baeud yang telah ditemukan warganya positif COVID-19.

Pemeriksaan itu, kata dia, ditargetkan selesai selama dua hari atau sampai berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Desa Samida, Jumat (12/6).

Baca juga: Banyak warga Garut abai gunakan masker di hari pertama normal baru

"Hari Jumat besok terakhir, kita alhamdulillah mendapatkan bantuan dari provinsi sehingga kita melakukan perlakuan ini (tes usap)," katanya.

Ia menyampaikan pemeriksaan terhadap seluruh warga itu sebagai upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini masih terjadi penyebarannya.

Seluruh warga, kata dia, tidak perlu khawatir dengan adanya pemeriksaan massal itu karena tujuannya untuk kepentingan bersama agar wabah COVID-19 dapat diketahui dan secepatnya ditangani oleh tim medis.

Baca juga: Satu desa di Garut diisolasi karena ditemukan tiga positif COVID-19

"Jika hasilnya ada yang positif langsung kita lakukan penanganan, dibawa ke rumah sakit, kalau hasilnya negatif bersyukur, tapi kalau ada positif kita rawat," kata Helmi.

Terkait adanya penolakan dari warga, Helmi membenarkan, alasan warga karena khawatir jika ada yang positif maka PSBB atau kampungnya akan kembali diisolasi oleh pemerintah.

Baca juga: Enam pasien positif COVID-19 di Garut sembuh

Helmi menyampaikan tidak ada rencana memperpanjang PSBB di Desa Samida, meski begitu warga harus mengikuti aturan dengan menjalani pemeriksaan kesehatan, mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, jaga jarak dan menjaga kebersihan.

"Disangkanya kalau masih ada positif akan ditambah karantina 14 hari, tapi tidak seperti itu, dan semuanya memang harus diperiksa," kata Helmi.

Baca juga: Pemkab Garut tidak akan perpanjang PSBB cegah COVID-19

 

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar