Sepekan, pasar di Bandung ditutup hingga TNI/Polri dukung normal baru

id COVID-19,Pasar Ditutup,Pasar di Bandung,Positif COVID-19,Penularan COVID-19,BPJS Kesehatan,JKN-KIS,Asuransi,Jaminan Kesehatan Nasional,Program Keluarg

Petugas mendata pedagang yang mengikuti tes diagnostik cepat di Pasar Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nz (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita bidang humaniora menjadi perhatian banyak pembaca selama sepekan mulai dari tiga pasar di Bandung ditutup setelah empat orang ditemukan positif COVID-19 hingga pernyataan Panglima TNI dan Kepala Kepolisian RI yang siap mendukung pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru atau normal baru.

1. Tiga pasar di Bandung ditutup setelah empat orang positif COVID-19

Pemerintah Kota Bandung menutup sementara tiga pasar setelah ditemukan empat orang pedagang yang dinyatakan positif COVID-19, yaitu Pasar Leuwi Panjang, Pasar Haurpancuh, dan Pasar Sadang Serang.

"Penutupan dilakukan mulai Senin (8/6). Dinas Kesehatan Kota Bandung langsung melakukan pengetesan kepada seluruh pedagang yang berada di tiga pasar tersebut," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Senin (8/6).

2. Perbandingan JKN-KIS dan asuransi swasta

Di balik keluhan sebagian pihak tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terdapat banyak orang yang merasakan langsung manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), meskipun juga menjadi peserta asuransi swasta.

Perbedaan JKN-KIS dengan asuransi swasta terletak pada prosedur untuk menjadi peserta, masa tunggu, premi, cakupan manfaat, jaminan penyakit katastropik, dan batas pembiayaan.

3. Penerima bantuan PKH dituntut penuhi kewajiban

Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) diharuskan memenuhi kewajiban yang dipersyaratkan pemerintah, salah satunya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penerima berusia lanjut.

Seperti yang dilakukan Manah (75). Perempuan yang tinggal di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat itu rutin melakukan cek kesehatan di pusat kesehatan setempat untuk kemudian dilaporkan kepada pendamping program Kementerian Sosial.

4. Peserta JKN-KIS selalu dapat pelayanan optimal

Seorang warga Pontianak Asri Afriliyora (35) mengapresiasi program JKN-KIS yang memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.

"Sakit memang dapat datang kapanpun, itulah yang saya rasakan beberapa waktu lalu. Setelah dibawa ke rumah sakit rupanya harus segera dilakukan tindakan operasi karena saya hamil di luar kandungan. Jika tidak segera dioperasi dapat membahayakan nyawa saya," ujar Yora dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/6).

5. TNI/Polri siap dukung adaptasi kebiasaan baru

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan jajaran mereka masing-masing siap mendukung penerapan prosedur dan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat selama pandemi COVID-19.

"Prajurit di lapangan berinteraksi secara humanis mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan sehingga masyarakat bisa beraktivitas namun tetap aman dari COVID-19," kata Tjahjanto, di Istana Presiden, di Bogor, Minggu (7/6). 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar