BIN gelar "rapid test" di Bandung bantu tekan penularan COVID-19

id COvid-19, BIN

Staf Khusus Kepala BIN Mayjen TNI Suyanto dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau penyelenggaraan rapid test massal bin, di Bandung. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara (BIN) pada Jumat 26 Juni 2020 menggelar kegiatan tes cepat atau rapid test di Bandung untuk membantu Provinsi Jawa Barat menekan angka penularan COVID-19, kegiatan ini telah memasuki hari kedua.

Staf Khusus Kepala BIN Mayjen TNI Suyanto dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan pemilihan Bandung sebagai lokasi rapid test massal berdasarkan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Menurut Suyanto, lokasi ini dianggap penyebarannya perlu ditekan agar menyentuh angka nol.

"Kami koordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk lokasi-lokasi mana yang memang akan kami gelar rapid test, untuk 3 hari ini dimulai sejak kemarin kita pilih Jawa Barat yakni di Bandung. Sesuai arahan Kepala BIN harapannya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Baca juga: BIN: 16 orang reaktif saat tes cepat di Bandung

Suyanto mengatakan BIN terus berkomitmen membantu daerah-daerah untuk menyelenggarakan tes cepat guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain rapid test, BIN juga menyiapkan mobil PCR test yang diperuntukkan bagi warga yang reaktif hasil tes cepat.

"Kami akan menyasar lagi ke daerah-daerah sesuai arahan Kepala BIN. Kami di sini menyiapkan dua mobil PCR test, 40 tenaga medis dan dokter, serta ribuan alat rapid test," katanya.

Lebih lanjut, Suyanto menyampaikan pada Jumat, di halaman Gedung Sate Bandung, BIN telah melakukan tes cepat terhadap 671 orang, ditemukan 14 orang dengan hasil reaktif.

"Mereka reaktif langsung di-swab dengan 2 mobil lab kita. Hasilnya kemungkinan besok bisa keluar," ucap Suyanto.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih atas bantuan rapid test dari BIN. Kang emil sapaan akrabnya menyebut perang lawan COVID-19 memang harus dilakukan bersama baik instansi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

"Terima kasih kepada BIN yang sudah hadir karena ini adalah perang melawan COVID-19. Jadi semua institusi semua kita harus turun bela negara" katanya.

Baca juga: BIN gelar uji cepat COVID-19 secara massal kepada 465 orang

Menurut Kang Emil, dokter dan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan pihak lain bisa mendukung dengan harta, tenaga, ilmu, fasilitas sampai soal disiplin jaga jarak, cuci tangan, memakai masker untuk ikut bela negara.

"Sampai besok akan ada pengetesan di Gedung Sate dan nanti akan diteruskan di wilayah-wilayah lainnya, terdiri dari dua prosedur. Prosedur pertama adalah rapid test, jika reaktif, dalam waktu yang bersamaan itu langsung ada dua mobil dengan mesin PCR untuk melakukan swab," katanya.

Ridwan Kamil juga memberikan informasi kepada BIN bahwa angka penularan di Jawa Barat berhasil ditekan di bawah 1 poin.

Namun, kondisi ini dianggap masih dalam tahap kewaspadaan. Dia pun telah memutuskan untuk mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat hari ini.

"Tadi saya laporkan ke BIN bahwa Jawa Barat 80 persen berita baik. 20 persennya berita kewaspadaan yang harus terus ditingkatkan. Sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (Adaptasi kebiasaan baru)," ujarnya.

Baca juga: Akhiri tes cepat di Surabaya, BIN catat 1.702 positif COVID-19

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar